Sidoarjo - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo, menggelar simulasi Pemilihan Presiden 2009 di lapangan Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.

Ketua KPU Sidoarjo, Anshori, Sabtu, mengatakan, dalam simulasi tersebut, warga tampak berjubel antre menunggu giliran dipanggil untuk mencentang.

"Sejumlah kendala ditemui dalam simulasi tersebut, antara lain warga yang datang bersamaan dalam jumlah besar, sehingga membuat kewalahan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tempat pemungutan suara (TPS)," katanya.

Untuk mengantisipasi hal itu, ia akan mengevaluasi kembali berbagai kendala yang ditemukan dari simulasi tersebut.

"Ini akan menjadi bahan evaluasi kami dan akan kami laporkan kepada KPU pusat dan ke petugas PPS," katanya.

Ia menjelaskan, dari simulasi tersebut, ada beberapa catatan yang perlu segera dibenahi. Selain masalah lambannya proses administrasi yang dilakukan oleh KPPS dan yang berdampak pada antrean panjang pemilih, masalah pelayanan petugas PPS kepada calon pemilih juga menjadi bahan pertimbangan.
Anshori menilai, warga pemilih tidak merasa kesulitan sebab kebanyakan menilai, proses Pemilihan Presiden 2009 nanti tidak serumit pemilu legislatif yang digelar 9 April 2009 lalu.

Warga umumnya telah memahami cara memilih dari sosialisasi yang dilakukan oleh berbagai media.

Sementara itu Bupati Sidoarjo, Win Hendrarso yang ikut melihat simulasi tersebut mengaku puas dengan pemahaman masyarakat. Menurutnya masyarakat saat ini lebih mengerti tentang tata cara pemilihan presiden.

Ia berharap, simulasi ini bisa dijadikan momen pembelajaran warga sebelum memilih presiden secara langsung 8 Juli 2009 nanti.

Pada simulasi tersebut KPU Sidoarjo menyediakan uang saku sebesar Rp25 ribu per orang.