Pamekasan - Kepala Bagian Operasional Polwil Madura, AKBP Abdul Mukti menyatakan, alat transportasi menjadi kendala pengamanan pelaksanaan pemilu presiden di wilayah kepulauan .

"Polisi sampai saat ini belum memiliki alat transportasi yang memadai. Padahal di Madura ini banyak pulau-pulau, khususnya di Kabupaten Sumenep," kata Abdul Mukti di Pamekasan, Sabtu.

Menurut dia, kepulauan yang selama bisa terpantau oleh polisi hanya di pulau Mandangin, Kabupaten Sampang. Hal itu karena jarak pulau tersebut relatif dekat dari Sampang.

Selain itu, kata dia, Pemkab Sampang memiliki perahu mesin sendiri sehingga sewaktu-waktu polisi bisa meminjam.

"Kalau di Sumenep kami terus terang sangat kesulitan. Oleh sebab itu, polisi yang bertugas akan mengamankan pelaksanaan pemilu di sana diberangkatkan lebih awal," katanya.

Sebenarnya, lanjut Mukti, ke depan polisi perlu memiliki alat transportasi sendiri sehingga bisa melakukan pengamanan secara maksimal, dan patroli laut lebih intensif.

Selama ini, kata Abdul Mukti, patroli laut di perairan Selat Madura hingga perairan Laut Jawa di Pulau Masalembo belum terpantau secara optimal.

"Kalaupun ada Polair di Kalianget Sumenep itu juga bisa berjalan maksimal karena alat transportasi itu tadi," katanya.

Meski demikian, lanjut mantan Kasubag Reskrim Polwil Madura ini, khusus pelaksanaan pilpres, 8 Juli 2009, pihaknya tetap siap melakukan pengamanan, yakni dengan memberangkatkan lebih dahulu personel kepolisian yang akan bertugas mengamankan pelaksanaan pilpres ke kepulauan.

Ia menyebutkan, total jumlah petugas yang dipersiapkan untuk mengamakan pelaksanaan pilpres sebanyak 3.000 personel, atau 2/3 dari kekuatan personel di daerah hukum Polwil Madura.

Mereka itu akan mengamankan sebanyak 7.045 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 990 desa/kelurahan di Madura, baik di kepulauan maupun di daratan.