Jakarta - Produk industri rumahan asal Sidoarjo menjadi produk unggulan anjungan Jawa Timur di Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2009.
Penjaga anjungan Jawa Timur Sofyan, di Jakarta, Jumat, mengatakan, produk industri rumahan asal Sidoarjo memiliki keunggulan dalam produksi tas dan alas kaki yang terbuat dari kulit.
"Kita memiliki produk industri rumahan yang terbuat dari bahan kulit, seperti tas, sepatu dan sandal yang memiliki harga murah dengan kualitas baik," ujarnya.
Sofyan menambahkan produk alas kaki seperti sandal dan sepatu sangat laris dibandingkan produk lain karena memiliki bahan kuat serta jahitan baik sehingga bisa awet.
Pria asal Waru, Sidoarjo, itu juga mengatakan, ia membawa 13 kodi sandal dan sepatu ke JFK dan hingga hari ke-23 penyelenggaraan JFK telah menghabiskan lima kodi karung.
"Hingga hari ini saya telah menghabiskan lima kodi di mana satu kodi biasanya berisi 20 pasang sandal dan sepatu," ujarnya.
Sofyan menjual produk sebesar Rp15 ribu untuk sandal wanita, Rp20 ribu untuk sandal pria. Sedangkan untuk sepatu harganya bisa mencapai Rp170 ribu dan tas tangan wanita Rp250 ribu.
"Produk kami sebagian dibuat dengan menggunakan tangan dan tidak menggunakan tenaga mesin. Tapi kami sangat memperhatikan cara kerja, kerapian, 'finishing' dan kenyamanan untuk menjaga kualitas produk," ujar pengusaha sandal merek "eterna" itu.
Seorang pengusaha industri rumahan dari Koperasi Sumber Karya, Affandi, mengatakan, produk asal Sidoarjo telah diekspor ke mancanegara.
"Kita juga mengekspor hasil produk industri rumahan seperti sepatu keluar negeri seperti Singapura, Malaysia, bahkan 'sepatu haji' yang dipakai para jamaah haji ke Arab Saudi," ujarnya.
Untuk sementara, ia mengatakan, produk Sidoarjo untuk pasar dalam negeri hanya dikenal di tanah Jawa saja.
"Kita justru masih kesulitan untuk memasarkan produk kami di luar Jawa karena daerah pasaran kami masih di Bogor, Jakarta, Kebumen dan Bandung," ujarnya.
Pria asal Gedangan, Sidoarjo, itu berharap pemerintah memberi perhatian kepada industri rumahan.
"Kita sebenarnya punya produk berkualitas namun kita bersaing dengan perusahaan yang sudah punya nama dan mereka memiliki keunggulan karena faktor promosi dan itu yang kami tidak punyai," ujarnya.
Dengan promosi yang mumpuni, Affandi yakin produk industri rumahan dapat bertahan di tengah persaingan bisnis dan krisis yang semakin menghimpit.
Produk Sidoarjo Unggulan Jatim di Jakarta Fair
Top Stories : Ekonomi
Tajuk
Calon Kepala Daerah Perempuan: Kapabilitas versus Popularitas




























