"Infrastruktur pengairan di Ngawi masih jauh dari layak," tutur Suli Da'im (40), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII (Ngawi, Magetan, Pacitan, Ponorogo, dan Trenggalek).
Padahal, Kabupaten Ngawi merupakan lumbung pangan di Jawa Timur dan skala nasional, sehingga Ngawi tidak dapat dianggap remeh.
"Peningkatan infrastruktur dan sarana pertanian di Ngawi harus diperhatikan jika tidak ingin ketahanan pangan terganggu," ucap legislator dari PAN Jatim itu.
Oleh karena itu, pria kelahiran Lamongan, 30 Januari 1969 itu, bertekad untuk memperjuangkan bidang pertanian untuk mendongkrak tingkat perekonomian masyarakat Kabupaten Ngawi.
"Peningkatan berbagai infrastruktur, sarana, dan prasarana pendukung di bidang pertanian, akan sangat membantu dalam produktivitas petani, yang nantinya bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan ekonomi mereka," ujarnya.
Perhatian utama yang perlu dilakukan untuk peningkatan produktivitas pertanian adalah perbaikan saluran irigasi dan keberadaan pupuk bagi petani.
"Banyaknya sumur pompa dalam yang sudah tua, masih minimnya saluran irigasi di daerah terpencil, dan harga gabah setelah panen yang cenderung tidak stabil, seharusnya menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah kabupaten dan juga provinsi," kilahnya.
Hal itu diperparah dengan keberadaan pupuk bersubsidi yang cenderung langka saat petani memasuki musim tanam, sehingga banyak sawah puso karena kekeringan dan kurang pupuk.
"Otomatis hal itu akan berpengaruh pada hasil produksi petani," kata politisi muda itu.
Selain itu, prosedur dan mekanisme penanganan yang masih terikat pada sistem birokrasi dalam lembaga eksekutif, justru semakin membuat keberadaan para petani terpuruk.
Di sinilah, ayah tiga anak itu merasa terpanggil untuk menjembatani apa yang menjadi kebutuhan warga dan petani dengan pemerintah daerah kabupaten dan provinsi.
"Sebagai wakil rakyat, saya berusaha untuk menyalurkan aspirasi dan kebutuhan rakyat. Saya berjanji seperti yang tertuang dalam kontrak politik yang saya tandatangani di hadapan mahasiswa dan masyarakat Surabaya pada saat sebelum pelaksanaan pemilu legislatif lalu, untuk memperhatikan kepentingan rakyat," katanya.
Untuk membantu irigasi di Kabupaten Ngawi, pihaknya telah melakukan pembahasan awal dengan Pemprov Jatim, supaya membangun infrastruktur pengairan dari dua buah sumber air yang ada di Kabupaten Ngawi.
"Pembahasan tersebut sudah kami lakukan sebelumnya, yakni untuk Waduk Sangiran dan Embung Wakah. Semoga saja dalam waktu dekat dapat direalisasikan," paparnya.
Pria yang sebelumnya juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2004-2008 itu juga memperhatikan sektor industri rumah tangga (home industry).
"Selain pertanian, hal penunjang ekonomi lainnya adalah industri rumah tangga yang juga perlu diperhatikan. Perhatian tersebut meliputi, baik di segmen permodalan, pemasaran, dan hak paten dari pemerintah daerah setempat," terangnya.
Industri rumah tangga yang dapat diandalkan untuk menjadi produk daerah, di antaranya keripik singkong, keripik tempe, dan lainnya.
"Saya akan memperjuangkan itu," kata suami dari Tutuk Eka Rahmawati yang berhasil meraup 33.000 lebih suara itu.
Tekad itu agaknya tidak jauh dari kiprahnya selama ini, yakni direktur CV Harapan Sentosa Indonesia, Yayasan Cipta Nusa Mandiri yang bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi dan kemasyarakatan, dan LSM yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan masyarakat, kini tinggal menunggu kiprahnya lima tahun ke depan.
Suli Da'im Bertekad Dongkrak Ekonomi Petani Ngawi

Top Stories : Kiprah Legislator
Tajuk
Saatnya Perempuan Keluar dari "Jerat" Ketidakberdayaan

Foto Berita
![]() Kongres Sepakbola Nasional | ![]() KRI Dewa Ruci Kembali Berlayar |
![]() HTI Jember Tolak Obama | ![]() Deportasi |


























