Jumat, 28 Juli 2017

Kejaksaan Bidik Korupsi Alat Peraga Pendidikan Tulungagung

id Korupsi pendidikan, Peraga Pendidikan, korupsi Tulungagung, korupsi peraga pendidikan, alat peraga pendidikan
Tulungagung (Antara Jatim) - Kejaksaan Negeri Tulungagung terus melakukan kegiatan pulbaket (mengumpulkan barang bukti dan keterangan) terkait dugaan mark-up atau korupsi dalam proyek pengadaan alat peraga pendidikan tingkat SD, melalui program DAK 2012.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulungagung, Ary Handoko, Rabu mengisyaratkan kasus tersebut akan segera dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan, maksimal akhir Januari.

"Sekarang masih pulbaket dan insya Allah pekan depan naik ke penyidikan," jelas Ary.

Namun, ia enggan menjelaskan detil hasil pulbaket yang dilakukan tim kejaksaan.

Informasi dari beberapa sumber internal kejaksaan maupun Dinas Pendidikan Tulungagung menyebut proyek DAK (dana alokasi khusus) Pendidikan tahun 2012 senilai Rp5,178 miliar tersebut dibidik kejaksaan karena sarat manipulasi serta mark-up, terutama pada pos pengadaan alat peraga.

Tidak tanggung-tanggung, dari total 107 lembaga SD yang mendapat jatah pengadaan alat peraga, hampir semuanya terjadi manipulasi harga.

Beberapa pengadaan alat peraga yang dimark-up antara lain adalah peta bola dunia, tebis meja, serta keperluan olahraga sekolah.

Dugaan penyimpangan juga terjadi lantaran proyek DAK yang dianggarkan tahun 2012 itu baru dilaksanakan pada 2013.

Sebelumnya pihak kejaksaan telah melakukan pemeriksaan kepada beberapa sekolah terkait penerimaan alat peraga proyek DAK 2012.

Proyek alat peraga dimenangkan oleh PT Gelora Megah Sejahtera Jakarta Pusat, dengan Direktur Suwandi. (*)

Editor: Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA 2014

Baca Juga

Generated in 0.1207 seconds memory usage: 0.58 MB