Surabaya (Antara Jatim) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memanasi mesin politik di hadapan sekitar 6.000 kader partai di JX Internasional, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat malam.

"Kebetulan beliau datang ke Jatim dalam rangka kunjungan kerja sebagai presiden. Karena beliau juga ketua umum maka dimanfaatkan untuk bertatap muka dengan kader sekaligus konsolidasi," ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Soekarwo.

Di samping konsolidasi organisasi, dalam pertemuan yang tertutup bagi wartawan itu juga menyusun strategi pemenangan Pemilihan Umum Legislatif 2014. Selain itu, lanjut dia, juga sebagai bentuk kekonsistenan terhadap perjuangan dekat dengan rakyat.

"Tentu ada cara-cara atau strategi yang disampaikan. Ini semua demi mengulang kejayaan dan memenangkan Pemilu Legislatif tahun depan," kata politisi yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut.

Meski bersifat dadakan, pihaknya juga mengapresiasi dari kesiapan kader menyongsong Pemilu mendatang. Ini terbukti dari hadirnya ribuan massa dan tidak sulit mengumpulkan kader yang tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jatim.

Pihaknya juga mengaku optimistis target partai secara nasional yang hingga 15 persen suara mampu diraih. Tidak itu saja, Ketua DPD Partai Demokrat Jatim itu juga yakin partainya mampu mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden periode 2014-2019.

Sedangkan, ketika disinggung target perolehan kursi di wilayahnya, politisi yang juga Gubernur Jatim tersebut menargetkan minimal sama seperti Pemilu 2009, yakni 21 kursi DPRD I yang setara dengan 21 persen suara.

"Tapi, kami optimistis perolehan suaranya melebihi Pemilu lalu. Yang pasti, pengurus dan kader siap memenangkan dan bersama-sama masyarakat membangun bangsa ini," kata Pakde Karwo.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut tidak diperkenankan wartawan mengikuti jalannya acara dari dalam. Setelah SBY memasuki kursi kehormatan dan menyapa ribuan kadernya dari depan, wartawan diberi kesempatan untuk mengambil gambar selama beberapa menit dan selanjutnya diminta Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres) untuk meninggalkan lokasi. (*)