Surabaya (Antara Jatim) - Komisi Pelayanan Publik Jawa Timur menerima 609 laporan dari masyarakat selama Januari-Juni 2013 dan mayoritas pengaduan yang ditangani telah dinyatakan selesai.

"Banyaknya aduan ini membuktikan masih perlunya kualitas layanan. Dari data itu dapat disimpulkan jika setiap hari masih ada saja instansi penyelenggara layanan publik yang mendapat komplain masyarakat," ujar Ketua KPP Jatim Hardly Stefano di sela-sela Laporan Kinerja KPP Jatim di Surabaya, Kamis.

Laporan hasil kinerja semester pertama ini merupakan laporan rekaman yang menggambarkan aktivitas dan program kerja KPP sepanjang enam bulan awal tahun 2013.

Dengan laporan ini, kata dia, diharapkan masyarakat dapat mengikuti dan memaknai secara utuh kinerja KPP sebagai pengawas eksternal dalam rangka menyelesaikan sengketa pengaduan dan mendorong terjadinya transformasi pelayanan publik secara lebih baik bagi masyarakat selaku penerima atau pengguna layanan.

"Semoga laporan ini bisa menjawab kebutuhan tentang hasil kinerja KPP dan penyelesaian sengketa sepanjang Januari-Juni 2013, serta wujud pertanggungjawaban kamu sesuai amanah Peraturan Daerah Jatim Nomor 08 Tahun 2011 tentang Pelayanan Publik," katanya.

Hardly Stefano merinci, pengaduan terbanyak oleh masyarakat yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 8 sebanyak 406 atau 66,67 persen aduan. Laporan kedua yakni ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sebanyak 23 atau 3,78 persen aduan.

Di urutan berikutnya, Kantor Pertanahan dan Koperasi sebanyak 21 atau 3,45 persen aduan. Dinas Cipta Karya sebanyak 19 atau 3,12 persen aduan, Bupati sebanyak 15 atau 2,46 persen aduan, Kepolisian 13 atau 2,13 persen aduan, dan Kelurahan sebanyak 10 atau 1,64 persen aduan.

"Masih banyak lagi aduan-aduan terhadap instansi publik. Semoga ke depan semakin banyak instansi memperbaiki layanannya dan pengaduan berkurang," kata dia.

Anggota KPP Jatim, Immanuel Yosua mengungkapkan, banyaknya aduan yang masuk menunjukkan tingginya tingkat kesadaran masyarakat akan haknya dalam memperoleh kualitas pelayanan publik yang prima.

"Kalau dilihat dari bidang pelayanan, yang paling banyak diadukan adalah jasa transportasi dengan 407 laporan, diikuti pertanahan 40 laporan, kependudukan 28 laporan, fasilitas umum 23 laporan serta jenis layanan lainnya," kata Yosua, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kepala Humas PT KAI Daop 8, Zakaria, ketika dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui laporan dari masyarakat ke KPP Jatim. Pihaknya mengapresiasi dan akan menjadikan aduan tersebut sebagai evaluasi untuk lebih memperbaiki kinerja.

"Sejak beberapa tahun terakhir, PT KAI semakin meningkatkan pelayanan dan mutu kualitas. Memang banyak yang memuji kinerja, namun diakui ada juga yang belum puas. Semua akan kami evaluasi dengan harapan membuat PT KAI menjadi lebih baik," katanya. (*)