Jember (Antara Jatim) - Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan jumlah tersangka kasus kerusuhan yang terjadi di wilayah Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, bertambah tujuh orang.

"Polisi sudah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka perusakan Pondok Pesantren Darus Sholihin di Kecamatan Puger," tuturnya saat dihubungi Antara dari Jember, Senin.

Menurut dia, polisi terlebih dahulu menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya korban Eko Mardi Santoso (45) dan mereka telah menjalani pemeriksaan, serta sudah ditahan di Mapolres Jember.

"Tujuh tersangka untuk kasus penganiayaan itu berinisial RM, TF, LM, AH, SH, OP, dan SG," tuturnya.

Kemudian pada Minggu (15/9) malam, polisi mulai menetapkan tersangka untuk kasus perusakan Ponpes Darus Sholihin sebanyak tujuh orang berinisial HJ (49), ST (30), SP (52), MK (30), AH (60), MS (25), dan HT (21) yang semuanya berprofesi sebagai nelayan dan warga Puger Wetan.

"Berdasarkan keterangan ketujuh orang tersebut kemudian berkembang sehingga polisi menangkap JL (45) dan MS (30) pada Senin ini pukul 14.00 WIB, kemudian pukul 16.30 WIB kembali mengamankan HM (38) yang diduga sebagai pelaku perusakan pesantren asuhan Habib Ali," paparnya.

Ia menjelaskan ketiga orang yang ditangkap tersebut statusnya masih belum tersangka karena penyidik masih meminta keterangan terkait dengan sejauh mana keterlibatannya dalam perusakan Ponpes Darus Sholihin itu.

"Kalau ketiganya terbukti ikut terlibat dalam perusakan, maka statusnya akan menjadi tersangka. Namun sejauh ini masih dimintai keterangan oleh penyidik Polres Jember," katanya.

Pelaku perusakan pesantren, lanjut dia, dijerat dengan pasal 170 ayat (1) KUHP tentang melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Selain menetapkan tersangka di dua kasus itu, polisi juga menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan senjata tajam karena mereka diketahui membawa senjata tajam usai mengiringi pemakaman Eko Mardi, Kamis (12/9) dan ketiganya menyimpan
celurit di balik baju mereka.

Sementara para tersangka kerusuhan Puger itu sudah didampingi oleh pengacara Eko Imam Wahyudi yang mengaku telah ditunjuk sebagai pengacara kasus kerusuhan di Puger.
"Sudah ada kuasa penunjukkan untuk tujuh orang tersangka kasus perusakan yang ditetapkan Minggu (15/9) malam. Kalau lainnya belum ada," kata Eko.(*)