Pamekasan (Antara Jatim) - Petasan kaleng atau "dem-jedem" menelan dua korban luka-luka di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, kata Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman, Minggu.

"Hingga Sabtu(3/8) Kemarin sudah ada dua orang yang menjadi korban petasan kaleng atau "dem-jedem". Satu kena matanya, dan satu korban lagi kena tangannya, hingga seluruh jari jemarinya nyaris putus," katanya menjelaskan.

Dengan demikian, kata Kapolres, mainan petasan kaleng atau "dem-jedem" itu lebih banyak mudaratnya dibandingkan manfaatnya, baik bagi yang bermain petasan itu sendiri, maupun kepada masyarakat umum.

Sedangkan, kepada masyarakat, permainan petasan kaleng sangat mengganggu ketertiban umum karena mengangetkan, apalagi bagi mereka yang bermain di tepi jalan umum.

Dalam rilis yang diterima Antara Minggu sore, Kapolres menyatakan, ada tiga dampak negatif dari permaian petasan kaleng yang kini marak di Pamekasan.

Pertama, menggangu lingkungan, dan mengganggu ketertiban umum karena masyarakat terkejut dengan adanya bunyi-bunyian yang sangat keras dari petasan kaleng tersebut, serta yang ketiga membayakan kepada diri sendiri.

Apalagi, menurut dia, bunyi-bunyian yang ditimbulkan dari mainan petasan kaleng itu sama dengan bunyi ledakan.

Sebelum ada korban itu, polisi telah melakukan berbagai upaya agar masyarakat tidak bermain petasan itu. Antara lain melakukan sosialisasi, dan mengusir warga yang bermain petasan kaleng di tempat keramaian dan dekat masjid.

Bahkan, petugas kepolisian juga sempat mengamankan sejumlah warga yang nekat bermain petasan ke pos pantau Lebaran.

"Tapi masyarakat nampaknya kurang memperhatikan, bahkan banyak yang protes kepada kami dengan dalih tidak berbahaya sebagaimana petasan biasanya. Wong faktanya telah ada korban," katanya menjelaskan.

Oleh karenanya, sambung Kapolres, ke depan pihaknya akan melakukan penindakan secara tegas kepada warga yang tetap bermain petasan kaleng atau "dem-jedem" itu, karena permainan tersebut sudah terbukti merugikan dan membuat warga resah, terkejut dengan suara ledakan yang sangat keras.

Petasan kaleng merupakan salah satu petasan yang terbuat dari kaleng bekas. Petasan ini mulai marak di Pamekasan akhir-akhir ini dan tidak berbahaya sebagaimana petasan yang banyak dijual di pasaran.

Masyarakat Pamekasan sendiri sering menyebut petasan ini dengan "dem-jedem" atau "mercon spiritus" karena bahan peledaknya menggunakan spiritus.

Semula, masyarakat menganggap permainan ini aman dan tidak berbahaya. Petasan kaleng ini menimbulkan suara ledakan yang lebih nyaring dari petasan di pasaran. Semakin besar dan panjang kaleng bekas yang digunakan, maka semakin nyaring suara ledakan yang ditimbulkan.

"Kami juga mengajak kepada tokoh masyarakat ikut melarang warga untuk bermain petasan kaleng ini, karena terus terang memang sangat mengganggu. Jika ada warga yang sakit jantung, pasti akan sangat terganggu sekali," kata Kapolres. (*)