Ngawi (Antara Jatim) - Polres Ngawi menyerahkan Supriyanto warga Saradan, Kabupaten Madiun, yang diduga menjadi agen penyelundup para imigran ilegal asal Timteng yang sebelumnya ditangkap di perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah, ke Polda Jatim untuk pengananan lebih lanjut.

Kepala Satuan Reskrim Polres Ngawi, AKP Budi Santoso, Selasa mengatakan, penyerahan tersebut karena penanganan kasus tersebut melibatkan lintas wilayah, yakni Bogor, Jawa Barat sebagai tempat asal pengiriman dan Ngawi, Jawa Timur sebagai lokasi penangkapan para imigran.

"Kasus penyelundupan imigran tersebut melibatkan lintas wilayah dan lintas provinsi, sehingga sudah menjadi kewenangan polda dan bukan polres lagi," ujar AKP Budi kepada wartawan.

Menurut dia, selain menyerahkan Supriyanto, pihaknya juga menyerahkan tiga orang lainnya yang bertugas sebagai sopir dan sopir cadangan dari dua bus pariwisata yang digunakan untuk mengangkut para imigran.

Ketiga orang tersebut adalah Muslimin, Subur, dan Deni. Ketiganya merupakan warga Pati, Jawa Tengah. Mereka saat ini telah berada di Mapolda Jatim untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Selain empat orang tersebut, kami juga menyerahkan sejumlah barang bukti ke mapolda, di antaranya adalah dua unit bus pariwisata bernomor polisi S-7377-US dan K-1436-GA yang digunakan mengangkut para imigran, kartu ATM, dan sejumlah dokumen keimigrasian yang diduga milik para imigran," papar Budi.

Sedangkan para imigran yang sebelumnya ditangkap bersamaan dengan empat orang tersebut, telah diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas II Madiun untuk pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Seperti diketahui, petugas Polres Ngawi berhasil mengamankan sebanyak 105 imigran asal Timur Tengah yang diduga ilegal di Jalan Raya Ngawi-Solo perbatasan Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah, Desa Sumberejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, pada Sabtu (13/7).

Penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari petugas Mabes Polri yang curiga dengan dua unit bus pariwisata penuh dengan turis Timur Tengah, bernomor polisi S-7377-US dan K-1436-GA. Para imigran ilegal tersebut sedang dalam perjalanan dari Bogor, Jawa Barat menuju Nganjuk, Jawa Timur.(*)