Surabaya (Antara Jatim) - Tiga pasangan calon gubernur Jawa Timur mengambil nomor urut untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2013 pada rapat pleno pengundian di Hotel JW Marriott Surabaya, Senin sore.

Hasilnya, pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf mendapat urutan nomor satu. Di urutan kedua, pasangan Eggi Sudjana-Muhammad Sihat. Sedangkan, pasangan Bambang DH-Said Abdullah mendapat nomor urut tiga.

"Keputusan ini bersifat final dan digunakan sampai hari pencoblosan," ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur Andry Dewanto Ahmad di sela pleno.

Proses pengambilan nomor urut berlangsung meriah. Kesempatan pertama pasangan jalur perseorangan Eggi-Sihat yang mengambil undian, kedua pasangan Bambang-Said dan kesempatan ketiga pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Andry Dewanto yang memimpin jalannya pleno meminta undian dibuka secara bersamaan.

"Silahkan dibuka bersama-sama dan tunjukkan ke depan," kata Andry Dewanto.

Di sela Pleno, pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf mengaku bersyukur mendapatkan nomor urut 1. Selain itu, pihaknya berterima kasih kepada pihak yang membantu berjalannya tahapan Pilkada.

"Pada dasarnya, berapa pun nomor urutnya tidak masalah dan tetap bersyukur," kata Soekarwo.

Sedangkan, pasangan Eggi-Sihat mengaku bangga bisa meraih nomor urut 2. Menurut Eggi, nomor 2 melambangkan dua makna, yakni kedamaian dan berpasang-pasangan.

"Kami akan melanjutkan perdamaian dan ketertiban seperti selama ini di Jatim. Sumber daya alam dan mineral yang terkandung di bumi Jatim, akan kami kelola sebaik-baiknya," kata pengacara itu.

Kemudian, pasangan Bambang DH-Said Abdullah juga tidak mempermasalahkan nomor urut. Bahkan, Bambang DH merasa senang karena nomor 3 melambangkan nomor paling besar di antara pasangan lainnya.

"Jadi, semoga pada Pilkada mendatang juga mendapat suara yang paling besar," kata mantan Wali Kota Surabaya tersebut.

Sementara itu, pengamanan di luar dan di dalam lokasi pleno pengundian nomor urut terpantau ketat. Masuk ke lokasi, harus melalui dua kali pintu detektor. Undangan dan wartawan tidak diperkenankan membawa benda selain yang dibutuhkan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta turun langsung memimpin pengamanan. Total, sekitar 1.050 personel gabungan dari Polrestabes dan Polda Jatim dikerahkan. Kendaraan jenis "water canon" disiagakan di depan hotel untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (*)