(Pasuruan/Antara Jatim) - Utusan dari badan dunia untuk perlindungan hak-hak anak dan kaum muda, UNICEF mengunjungi anak berkebutuhan khusus di Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Purworejo 2, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Rabu.

Dalam kunjungan itu, utusan UNICEF Rar Jonathan melakukan sosialisasi program TOP's yang merupakan metode pembelajaran olahraga untuk anak berkebutuhan khusus.

"Kegiatan itu menampilkan permainan memukul dan menangkap bola, gerakan tanpa bola, permainan pengumpan dan penerima," kata guru olahraga di sekolah itu Agus Salim.

Didampingi kepala sekolah dan guru di sekolah itu, ia menjelaskan kunjungan utusan UNICEF asal Inggris itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan utusan UNICEF asal Jerman pada 3 Mei 2013.

"Jadi, kunjungan kali ini bertujuan melihat aktivitas Anak Berkebutuhan Khusus dalam kegiatan olahraga dengan metode TOP's yang dikembangkan di SDLBN Purworejo 2 Kota Pasuruan," katanya.

Menurut dia, permainan itu sangat menarik hingga membuat anak-anak ABK itu bersemangat dalam bermain, bahkan para tamu pun ikut berbaur untuk bermain bersama anak-anak ABK itu sambil bersenda gurau.

"Mereka sangat tertarik gerakan-gerakan yang sangat lucu dan bersemangat. Permainan ini diikuti oleh anak Tunarungu wicara dan tunadaksa yang tidak kalah dengan anak normal," katanya.

SDLBN Purworejo 2 Kota Pasuruan merupakan salah satu binaan dari UNICEF untuk menyosialisasikan metode TOP's yang bertaraf internasional.

Di Indonesia ada lima kota percontohan untuk metode itu dan akan terus dikembangkan ke SDLB lain. SDLBN Purworejo 2 Kota Pasuruan akan menjadi percontohan untuk lembaga pendidikan luar biasa (PLB).

"Mungkin sekolah ini dinilai potensial, karena letaknya yang strategis dan jumlah muridnya yang cukup banyak mulai dari tunaetra, tunarungu wicara, tunagrahita, dan tuna daksa," katanya. (*)