Surabaya (Antara Jatim) - Kapolda Jatim yang baru Irjen Pol Unggung Cahyono berjanji akan memimpin Polda Jatim dengan sikap anti-KKN, anti-kekerasan, dan siap memberikan teladan dengan melayani anggota terlebih dulu sebelum melayani masyarakat.

"Saya akan memberi teladan dengan melayani anggota dengan baik sebelum melayani masyarakat, saya siap menjadi konsultan solutif bagi anggota, saya juga akan menjamin kualitas kinerja dengan anti-KKN dan anti-kekerasan," katanya di Mapolda Jatim, Jumat.

Setelah upacara "farewell" (pisah-kenal) dengan pendahulunya Irjen Pol Hadiatmoko di hadapan ribuan personel di lapangan Mapolda Jatim, mantan Kepala Korps Brimob Polri itu menjelaskan pihaknya selaku yunior juga akan meneruskan apa yang positif dari Irjen Pol Hadiatmoko.

"Untuk penanganan tindak kejahatan, saya akan memberikan prioritas pada atensi Kapolri yakni pidana korupsi, narkoba, konflik sosial, konflik komunal, terorisme, judi, illegal oil, dan kejahatan konvensional yang sering saya sebut 3-cu yakni curas, curat, curanmor," katanya.

Atensi paling mendesak untuk Jatim adalah konflik sosial/komunal terkait Pilkada Jatim pada Agustus mendatang, serta "illegal oil" terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Saya akan bertemu Pertamina, mahasiswa, dan masyarakat, termasuk media," katanya.

Sementara itu, mantan Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko mengaku senang bertugas di Jatim, karena kebersamaan dengan seluruh jajaran Polri, TNI, instansi terkait, masyarakat, dan media massa mendukung situasi Jatim yang sangat kondusif.

"Sekarang, saya resmi menyerahkan tugas kepada Jenderal Unggung Cahyono setelah bertugas selama satu tahun, 11 bulan, dan enam hari di Polda Jatim. Saya mohon maaf atas kesalahan saya dan almarhumah instri saya, kosong-kosong ya," katanya.

Bagi masyarakat Jatim, sosok Irjen Pol Unggung cahyono sudah tidak asing lagi, karena jenderal kelahiran Ujung Pandang, Sulawesi Selatan pada 9 April 1961 itu pernah menjabat sebagai Kapolres Malang dan Kapolres Sidoarjo pada tahun 2005.

"Saya akan menjadi sipil, nanti malam sudah bisa makan tempe penyet di pinggir jalan. Kalau ketemu, kita makan tempe penyet sama-sama ya," kata Irjen Pol Hadiatmoko kepada sejumlah wartawan yang mengikuti acara itu sejak pagi hingga sore. (*)