Surabaya (Antara Jatim) - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Hadiatmoko mengingatkan kepada pejabat baru yang berdinas di wilayah hukumnya untuk menghindari konflik, demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Kami harap, hindari konflik dengan militer, konflik dengan politik, konflik dengan media, serta konflik dengan masyarakat. Tolong empat pesan ini jangan dicatat saja, tapi wajib diingat," ujarnya di sela upacara serah terima jabatan Kasatker dan Kasatwil di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu.

Serah terima jabatan diikuti oleh para perwira menengah yang berpindah tugas di lingkungan Polda Jatim. Menurut Hadiatmoko, mutasi merupakan hal biasa dan wajar dilakukan di tubuh Polri. Selain untuk penyegaran, juga sebagai peningkatakan kualitas bertugas.

"Selamat datang kepada para pejabat baru. Pesan saya, segera menyesuaikan dengan lingkungan sekarang. Lanjutkan program-program yang belum terselesaikan, dan benahi semua secara maksimal," ujar mantan Kapolda Bali tersebut.

Tidak hanya itu saja, mantan Wakabareskrim Mabes Polri tersebut, juga menginginkan para pejabat baru untuk menciptakan inovasi-inovasi sebagai bentuk peningkatan kinerja.

"Kami juga ucapkan terima kasih kepada para pejabat lama atas dharma baktinya dan selamat bertugas di posisi baru," ucap jenderal dengan pangkat dua bintang di pundak tersebut.

Perpindahan jajaran perwira menengah di lingkungan Polri sesuai Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1118/V/2013 tanggal 30 Mei 2013; ST/1119/V/2013 tanggal 30 Mei 2013; dan ST/1120/V/2013 tanggal 30 Mei 2013 menyebutkan ada 723 perwira dimutasi.

Salah satunya yakni Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto yang diangkat sebagai Irwasda Polda Jateng. Sedangkan, posisinya digantikan oleh Kombes Pol Setija Junianta yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Akpol Lemdikpol.

Perwira lainnya, Kapolresta Mojokerto AKBP Iwan Kurniawan sebagai Kapolres Ponorogo menggantikan AKBP Yuda Gustawan yang diangkat sebagai Wadir Intelkam Polda Jatim. Kapolresta Mojokerto sekarang dijabat AKBP Wiji Suwartini, yang sebelumnya sebagai Kasubdit III Ditreskrimum Polda Jatim.

Jabatan Kapolres Lamongan diisi AKBP Solehan, yang sebelumnya menjabat Kapolres Sampang. Untuk Kapolres Sampang dijabat AKBP Imran Edwin Siregar, yang sebelumnya Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya.

Kemudian, Kapolres Lamongan AKBP Marsudianto diangkat menjadi Wakapolrestabes Surabaya menggantikan AKBP Agus Salim yang memperoleh jabatan baru sebagai dosen Akpol Lemdikpol.

Selanjutnya, Kapolres Lumajang AKBP Susanto menduduki jabatan baru sebagai Wadir Reskoba Polda Bali menggantikan AKBP I Gusti Ketut Sudarsana yang jabatan barunya sebagai Wadir Reskoba Polda Jambi. Penggantinya AKBP Singgamata, sebelumnya menjabat Kasubbid Paminal Bid Propam Polda Jatim.

Kapolres Trenggalek AKBP Totok Suharyanto menduduki jabatan baru sebagai Kapolres Malang Kota. Kursinya diisi AKBP Denny Setya Nugraha Nasution, yang sebelumnya Kasubid Wabprof Bid Propam Polda Jatim.

Kapolres Bangkalan AKBP Endar Priantoro menjabat Kapolres Probolinggo. Kapolres Magetan AKBP Agus Santoso dipromosikan sebagai Wadir Lantas Polda Jatim. Posisinya dijabat AKBP Riky Haznul, Kasubdit II Dit Reskrimum Polda Metro Jaya.

Tidak hanya itu saja, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Hilman Thayib juga tidak luput masuk gerbong mutasi. Ia kini berdinas di Kabag Prodok Ro Bid Div Humas Polri dan diganti Wadirlantas Polda Jatim AKBP Awi Setiyono.

Nama lainnya, Direktur Reskrimsus Kombes Pol Arifin menjabat sebagai Irbid Jemenopsnal Itwil V Itwasu Polri. Kepala SPN Polda Jatim Kombes Pol Thofan Herinoto diangkat menjadi Dir Sabhara Polda Kalteng. Penggantinya AKBP Eddy Hermanto, yang sebelumnya menjabat Wadir Intelkam Polda Jatim.

Kombes Pol Juansih, Karo sarpras Polda Jatim dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Jianstrassarpas Polri (dalam rangka Dik Sespimti Dikreg 2013). Penggantinya Kombes Pol Michael Aries Sudarmono, yang sebelumnya menjabat Jabag Disirobekum Sarpras Polri.

Karena banyaknya pejabat setingkat Kasatwil dan Kasatker yang mengikuti sertijab maka proses sertijab dilakukan bertahap, yakni pada hari ini, 5 Juni 2013, dan 14 Juni 2013.

"Ada beberapa hal yang membuat Sertijab dilaksanakan dua kali. Selain karena terlalu banyak, juga ada pejabat yang belum ada penggantinya," tutur Hadiatmoko.(*)