Surabaya (Antara Jatim) - Ratusan pecinta makanan dari bahan baku bebek tampak sabar mengantre di gerai Bebek Sinjay yang kini membuka cabang satu-satunya di Bakoel Kaza Foodcourt Surabaya.

Mereka seolah-olah terhipnotis dan rela "mengular" hingga berjam-jam bersama penggila kuliner lain demi memburu kenikmatan masakan yang berasal dari Bangkalan, Madura. Apalagi, sampai sekarang ketenaran penganan khas yang dipadukan dengan lalapan daun kemangi, sambal "pencit", dan nasi hangat itu masih menggaung di telinga berbagai kalangan masyarakat.

"Meski di Jatim ada banyak aneka olahan dari bahan utama bebek, perpaduan bumbu yang diramu khusus di sini mampu membawa kami beserta keluarga untuk datang," kata salah satu pembeli Bebek Sinjay, Dewi Wijayanti, di Bakoel Kaza Foodcourt Surabaya.

Perempuan penggemar beragam makanan lalapan itu menjelaskan, sengaja menyempatkan diri untuk berkunjung di pusat perbelanjaan yang terletak di Surabaya Timur guna memuaskan rasa penasarannya. Apalagi, sebelum gerai ini dibuka banyak spanduk di sudut jalan yang menyatakan Bebek Sinjay akan hadir di Surabaya.

"Kami ragu dengan promosi itu karena di Madura, pemilik bisnis tersebut berkomitmen tidak buka cabang. Tapi, kini terbukti ada di Surabaya dan masyarakat tidak perlu antre hingga ke Pulau Garam," ujarnya.

Pembukaan cabang tersebut, dibenarkan Manajer PT Wiswa selaku pengelola "Bakoel Kaza Foodcourt" , Margaretha. Ia menyatakan, animo konsumen di Surabaya sangat besar terhadap makanan yang dijual dengan harga sekitar Rp20.000 per porsi. Walau gerai Bebek Sinjay baru dibuka pada pekan lalu (31/5), dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB sudah mencapai antrean ketiga.

"Kalau dikalkulasi, total konsumennya bisa mencapai 700 orang dan pemilik Bebek Sinjay terpaksa menutup gerainya sementara atau sekitar dua jam guna mengambil bahan di Madura. Besarnya minat konsumen sampai membuat mereka mengambil stok makanan yang seharusnya dijual keesokan harinya," katanya.

Mengenai upayanya mengutamakan Bebek Sinjay, tambah dia, bertujuan memberi kesempatan bagi pengusaha makanan lokal agar produk mereka semakin dikenal pasar Jatim maupun nasional.

"Kami ingin membantu pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM) sekaligus menambah pengalaman mereka bagaimana bisa melayani sebaik mungkin sejumlah calon konsumen yang notabene pengunjung mal," katanya.

Terkait sentra makanan minuman khas Jatim yang berada di lantai tiga mal tersebut, lanjut dia, total gerai yang tersedia mencapai 24 stan dan sekarang 15 stan di antaranya sudah terisi. Contohnya, Nasi Buchori khas kampung Arab, Soto Ayam Kenari, Nasi Campur Tambak Bayan, Pempek Palembang Nyonya Farina, Prasmanan Ning Suroboyo, Bakso Solo Awainulu.

"Khusus konsumen di wilayah Surabaya Timur,masing-masing makanan itu bisa dipesan dan diantar. Kami targetkan pada bulan Juni mendatang seluruh gerai mencapai tingkat keterisian 100 persen," katanya.(*)