Malang (Antara Jatim) - Jumlah desa tertinggal di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam dua tahun terakhir ini berkurang cukup drastis, yakni dari 110 desa pada tahun 2010 menjadi 51 desa pada 2012.

Bupati Malang Rendra Kresna di Malang, Sabtu, mengatakan dari 51 desa tertinggal yang belum terentaskan itu, pada tahun ini ditargetkan sebanyak 22 desa yang sudah mentas dan sisanya dientaskan pada tahun berikutnya.

"Pengentasan desa tertinggal ini menjadi program prioritas Pemkab Malang. Upaya untuk mempercepat pengentasan desa tertinggal ini melalui program bina desa dengan berbagai kegiatan," katanya, menambahkan.

Program bina desa tersebut, katanya, adalah kunjungan bupati bersama seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) setiap satu bulan sekali di desa tertinggal. Tidak hanya sebatas kunjungan, tapi juga menginap di rumah warga untuk menyerap aspirasi masyarakat setempat.

Kegiatan yang dilakukan bersama SKPD tersebut tidak hanya sebatas pembangunan infrastruktur saja, tapi juga pemberdayaan masyarakat melalui beragam program, seperti pelatihan keterampilan maupun keadministrasian.

Bahkan, lanjutnya, untuk mempercepat layanan keadministrasian bagi masyarakat, perangkat perkantoran juga di bawa dengan memanfaatkan bus yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas perkantoran, sehingga kebutuhan keadministrasian masyarakat bisa diselesaikan pada saat itu juga.

Setiap desa tertinggal yang dikunjungi Bupati Malang bersama kepala SKPD, rata-rata diberikan bantuan sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan infrastruktur, baik akses jalan maupun sanitasi dan saluran air bersih.

Selain itu, juga diberikan bantuan berupa ternak maupun bentuk lain yang disesuaikan dengan potensi desa bersangkutan. Seperti di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, diberikan bantuan sapi perah, karena potensi di desa itu adalah ternak sapi perah dan pembuatan keju.

Sementara di Desa Argosari, Kecamatan Jabung, diberikan bantuan berupa 100 ekor indukan kelinci yang ke depannya akan dibudidayakan secara besar-besaran. Apalagi, sebaran ternak kelinci tersebut sudah ada di beberapa wilayah, seperti Pujon, Ngantang, Tajinan, Ampelgading, dan Bantur.

"Berbagai upaya kita lakukan agar percepatan pengentasan desa tertinggal ini segera terwujud, bahkan desa tertinggal ini nantinya juga harus bisa menjadi desa sangat maju dan unggul yang mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat,' ujar Rendra.(*)