Gresik, (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Gresik membangun gedung unit pelaksana teknik (UPT) bagi anak berkebutuhan khusus yang ada di wilayah itu dengan menghabiskan dana Rp500 juta.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Kamis mengatakan pembangunan gedung yang terletak di Jalan Proklamasi, Kecamatan Kebomas, itu sebagai bentuk perhatian pemkab terhadap tingginnya anak berkebutuhan di Kabupaten Gresik.

"UPT anak berkebutuhan khusus yang dibangun dengan anggaran Rp500 juta itu akan menjadi pusat pengembangan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yang ada di Gresik," katanya.

Sambari menjelaskan, di dalam UPT itu akan diisi empat pelatih khusus, yakni dua orang pelatih dari Australia Barat dan dua orang pelatih dari RS dr Sutomo Surabaya, ditambah tiga orang guru serta satu orang psikologi.
Selain itu, pemkab juga memberikan bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) khusus bagi akan berkebutuhan khusus sebesar Rp115 ribu/siswa perbulan.

"Dana itu akan dicairkan setiap 3 bulan sekali, dan diberikan juga kepada sekolah-sekolah yang ada anak inklusinya," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Gresik, M Nadlif mengatakan Gedung UPT itu akan melayani konsultasi dan diagnosis serta terapi wicara bagi anak inklusif, serta melayani orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus dan tenaga pendidik.

"Untuk anak inklusi di Kabupaten Gresik yang ada di Sekolah Luar Biasa (SLB) saat ini jumlahnya mencapai 506 siswa, sedangkan yang ada di sekolah inklusi sebanyak 107 siswa," katanya.

Nadlif berharap, dengan adanya gedung UPT khusus itu, pendidikan anak berkebutuhan khusus akan mendapat perhatian lebih serius.

"Kita harapkan anak berkebutuhan khusus di Gresik akan mendapatkan perhatian lebih serius, sebab kita juga akan dibantu oleh pendidik dari Australia Barat, yakni dr Helen Geolius dari Patricia O┬┐Sullivan Humantarian Project Inc," katanya. (*)