Jakarta, (Antara) - Klub Perpustakaan Indonesia bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI mengadakan Lomba Mendongeng Tingkat Nasional 2013 yang bertujuan memacu budaya gemar baca-tulis dan membentuk karakter luhur anak bangsa.

"Dongeng dan kegiatan mendongeng erat relevansinya dengan kegemaran membaca dan menulis dan dapat membentuk karakter luhur anak bangsa," kata Ketua KPI Adwityani S. Subagyo di Jakarta, Selasa.

Pernyataan tersebut dia sampaikan pada Seminar dan Lokakarya tentang Penulisan Cerita Anak dan Mendongeng yang bertema "Dongeng Memacu Budaya Gemar Baca-Tulis dan Membentuk Karakter Luhur Anak Bangsa".

Menurut dia, dongeng-dongeng yang akan disampaikan dalam Festival Mendongeng itu adalah dongeng dengan tema yang mengandung unsur-unsur heroisme, nasionalisme, religius, humanisme dan plularisme.

"Hal itu karena pada dasarnya kegiatan mendongeng penting dan bermanfaat untuk menanamkan pesan moral dan nilai-nilai luhur bangsa kepada generasi muda, seperti tentang nilai kejujuran, keadilan, dan ketaatan," ujarnya.

Adwityani menjelaskan proses penjurian Lomba Mendongeng Tingkat Nasional 2013 itu akan berlangsung di ruang Aula Perpustakaan Nasional RI di Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11 pada Rabu, 29 Mei 2013.

Lomba itu sendiri diikuti oleh 15 finalis dari 15 provinsi di Indonesia dengan jumlah finalis laki-laki sebanyak lima orang dan finalis wanita sebanyak 10 orang.

"Namun, peserta lomba sekarang hanya tinggal 13 finalis karena dua finalis sudah mengundurkan diri. Proses seleksi awal dari 22 provinsi menjadi 15 provinsi, dan ada 400 naskah dongeng yang harus kami seleksi untuk mendapatkan para finalis pendongeng ini," jelasnya.

Adapun syarat Usia rata-rata untuk menjadi finalis adalah 35 tahun kebawah. Kebanyakan finalis yang mengikuti lomba mendongeng itu berprofesi sebagai guru dan pustakawan.

Penjurian lomba itu dilakukan oleh pakar-pakar yang ahli di bidang "storytelling" dan para pemerhati dunia pustaka, yakni Adwityani S. Subagio selaku penanggung jawab rangkaian kegiatan "Festival Lomba Mendongeng Nasional 2013", Hakrisyati Kamil, dan Moch. Ariyo Faridh Zidni.

"Kegiatan penjurian ini untuk menentukan pendongeng terbaik I, pendongeng terbaik II dan pendongeng terbaik III serta pendongeng favorit," kata Ketua KPI itu.

Dia lebih lanjut memaparkan pendongeng terbaik pertama akan mendapatkan piala dari Ibu Negara Republik Indonesia Ani Yudhoyono, piagam dari Perpustakaan Nasional, dan beberapa hadiah dari sponsor.

Selanjutnya, pendongeng terbaik kedua akan mendapatkan piala dari Ibu Herawati Boediono, piagam penghargaan yang ditandatangani Kepala Perpustakaan Nasional, dan hadiah dari sponsor.

Sementara itu, pendongeng terbaik ketiga mendapat piala dari Kepala Perpustakaan Nasional RI. Kemudian, pendongeng favorit yang merupakan juara pilihan penonton berhak mendapatkan piala dari Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

"Festival Lomba Mendongeng Nasional 2013 ini adalah wujud kepedulian KPI bahwa kegiatan mendongeng atau "storytelling" tetap relevan dan layak dipertahankan untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan, kebajikan, dan kejujuran," tutur Adwityani.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Utama Perpusnas RI Dedi Junaedi mewakili Kepala Perpusnas mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh KPI itu.

Dia pun menyarankan agar dalam kegiatan mendongeng juga ditanamkan keinginan untuk membaca dan menulis serta pentingnya fungsi perpustakaan.

"Misalnya, bila menceritakan suatu dongen sebaiknya jangan diselesaikan membaca ceritanya agar anak-anak dapat mencari tahu sendiri akhir dari cerita itu dengan membaca sendiri. Itu dapat meningkatkan kegemaran membaca," kata Dedi. (*)