Bojonegoro (Antara Jatim) - Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Bojonegoro, Jatim, akan memperjuangkan nasib tiga siswa putri di daerahnya yang lulus ujian nasional (UN), namun tidak diluluskan lembaga pendidikannya dengan alasan nonakademik.

"Kami akan memperjuangkan tiga siswa itu masih bisa memperoleh sertifikat kelulusan, misalnya masih bisa diperbolehkan mengikuti ujian kejar paket C," kata Bidang Advokasi Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak P3A Bojonegoro Ummu Hani, Senin.

Ia mengaku kecewa lembaga pendidikan SMKN dan SMAN tempat ketiga siswa itu menjalani pendidikan tidak meluluskan dari sekolah dengan alasan faktor nonakademik yaitu hamil.

"Tapi itu hak lembaga pendidikannya untuk tidak meluluskan ketiganya. Yang jelas masalah ini akan kami koordinasikan dengan jajaran Dinas Pendidikan agar ketiga siswa itu masih tetap bisa mengikuti ujian kejar paket C," jelasnya.

Namun, menurut dia, kalau memang ketiga siswa itu sudah tidak diperbolehkan mengikuti ujian kejar paket C dengan alasan sudah dikeluarkan sekolahnya, maka tetap harus ada pemecahan agar mereka tidak kehilangan haknya memperoleh pendidikan.

"Bagaimanapun juga ketiganya sudah lulus UN, sehingga harus ada sertifikat yang menyebutkan mereka sudah lulus UN," jelasnya.

Sementara ini, katanya, pihaknya masih akan terus mendampingi ketiga siswa tersebut agar beban mentalnya tidak semakin berat yang disebabkan lembaganya tidak meluluskan sekolah.

Kasi Pembelajaran Bidang Pendidikan SMP,SMA, SMK Disdik Bojonegoro Suwanto, menjelaskan faktor kelulusan siswa ditentukan dari hasil UN dengan nilai rata-rata 4, nonakademik dan nilai ujian sekolah.

Menurut dia, sebuah lembaga pendidikan ketiga siswa itu sudah menggelar rapat bersama dengan Dewa Pendidkan dengan keputusan ketiganya tidak lulus dari sekolah.

"Ketiganya tidak bisa mengikuti ujian kejar paket C, sebab sudah dikeluarkan dari sekolah," jelasnya.

Saat ini, katanya, semua lembaga pendidikan SMA dan SMK baik negeri maupun swasta sedang memproses kelulusan siswanya untuk memperoleh Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.

Data di Disdik setempat, peserta UN SMA 4.865 siswa, SMK 5.375 siswa dan MA 3.019 siswa, satu siswa di antaranya tidak lulus UN. (*)