Kediri (Antara Jatim) - Dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk sekolah di bawah Kementerian Agama Kabupaten Kediri selama triwulan pertama 2013 belum turun, membuat sejumlah sekolah terpaksa utang untuk operasional.

Bagian Hubungan Masyarakat Kementerian Agama Kota Kediri Slamet Riyadi, Kamis mengakui sampai saat ini dana itu memang belum turun, tapi pihaknya belum bisa berbuat banyak.

"Pencairan anggaran itu berada di tingkat pusat, dan kami hanya bisa menunggu," kata Slamet.

Ia mengakui, keluhan sudah diungkapkan oleh sejumlah sekolah. Mereka terpaksa utang untuk menutupi biaya operasional di antaranya untuk memberikan honor guru di lembaga sekolah itu.

Ia mengatakan, program BOS itu turun setiap tiga bulan sekali. Dana itu diberikan pada pelajar di tingkat madrasah ibtidaiyah (MI) dengan besaran dana sampai Rp580 ribu per anak per tahun, dan pelajar di tingkat madrasah tsanawiyah (MTs) dengan anggaran Rp710 ribu anak per tahun.

Namun, Slamet mengatakan kementerian akan berupaya untuk koordinasi lagi dengan keterlambatan itu, sehingga ada kejelasan kapan anggaran bisa segera diturunkan. (*)