Malang (Antara Jatim) - Sebanyak 612.565 warga Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, menentukan pilihan wali kota yang akan memimpin kota itu lima tahun ke depan.

Ketua Komisi Pmeilihan Umum (KPU) Kota Malang Hendry ST mengatakan jika seluruh persiapan sudah tuntas. "Warga sudah bisa datang ke tempat pemungutan suara (TPS) mulai pukul 07.00 WIB dan pemungutan suara akan ditutup tepat pukul 12.00 WIB," katanya.

Bagi warga yang mempunyai hak pilih, namun belum masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), katanya, bisa menyalurkan aspirasi politiknya menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu susunan keluarga (KSK).

Hanya saja, lanjut Hendry, pemilih tersebut baru bisa menggunakan hak pilihnya setelah pukul 12.00 WIB, karena memakai surat suara cadangan yang jumlahnya hanya 2 persen dari jumlah surat suara keseluruhan di masing-masing TPS.

Warga yang akan menyalurkan aspirasi politiknya dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) KOta Malang itu tersebar di lima kecamatan dan terbagi di 1.222 TPS yang akan dibantu oleh 11.200 orang petugas.

Hendry berharap seluruh warga yang punya hak pilihnya tidak "golongan putih" atau golput, sehingga angka golput pilkada di kota itu bisa ditekan. Pada Pilkada 2008, angka partisipasi warga mencapai 70 persen dan tahun 2013 ini diharapkan meningkat menjadi 75 persen.

Dalam perhelatan demokrasi lima tahunan itu, Kota Malang diamankan oleh sekitar 3.000 personel aparat keamanan, baik dari TNI, Polri maupun perlindungan masyarakat (Linmas) Kota Malang.

Untuk sejumlah TPS yang dinilai rawan, dijaga oleh dua orang personel dari kepolisian dan 2 personel dari linmas. Sedangkan TPS yang tergolong aman dijaga oleh satu orang polisi dan satu orang linmas.

Pilkada Kota Malang diikuti oleh enam pasangan calon, baik dari perseorangan maupun yang diusung oleh partai politik (parpol). Dua pasangan yang berangkat dari jalur perseorangan adalah Dwi Cahyono-Muhammad Nur Uddin (Dwi-Uddin) dan Achmad Mujais-Yunar Mulya (Raja).

Sementara yang diusung oleh parpol adalah pasanagn Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo (SR-MK) dari PDIP, Heri Puji Utami-Sofyan Edi Jarwoko (Dadi) Partai Golkar dan PAN, Agus Dono-ARif HS (Doa) Partai Demokrat dan PKS serta Moch Anton-Sutiaji (Aji) dari PKB dan Partai Gerindra.(*)