Surabaya (Antara Jatim) - Dinas Pertanian Kota Surabaya akan menggelar Flora dan Fauna Expo 2013 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-720 di Golden City Mall pada tanggal 18-19 Mei 2013 guna meningkatkan kecintaan masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Kota Surabaya Samsul Arifin, Rabu, mengatakan, DInas Pertanian bekerja sama dengan sejumlah komunitas dan pelestari flora/fauna di Surabaya akan menggelar berbagai kegiatan di acara tersebut.

"Harapan kami, dengan adanya kegiatan ini, supaya kecintaan terhadap flora dan fauna meningkat. Masyarakat di Kota Surabaya dan sekitarnya, kami harapkan hadir untuk memeriahkan kegiatan ini," tegas Samsul Arifin.

Menurut dia, dalam rangka memperingati HJKS ini, ada serangkaian acara itu yang digelar yakni Konkurs regional besar Perkutut Walikota Cup IX, Flora Fauna Expo 2013 dan Kontes Nasional Ayam Ketawa Wali Kota Cup I.

Acara ini juga akan diramaikan oleh komunitas pecinta, pedagang dan petani Sansevieira dan tanaman hias lainnya.

Samsul mengatakan kegiatan Konkurs regional besar Perkutut Piala Walikota Cup IX akan diselenggarakan pada 19 Mei 2013 mulai pukul 08.00 WIB bertempat di Jalan Pesapen 151 Surabaya. Acara ini akan diikuti ratusan peserta dan pecinta Perkutut yang berasal dari seluruh Indonesia.

Sedangkan untuk Flora Fauna Expo 2013 diselenggaraan pada tanggal 18-19 Mei 2013, bertempat di Gloden City Mall (GoCi Mall) Surabaya. Sementara untuk kontes Nasional Ayam Ketawa Wali Kota Cup II diselenggarakan pada 2 Juni 2013 bertempat di Sentra Ikan Bulak (SIB) Kenjeran Surabaya.

"Kontes ini akan diikuti peserta dari Pulau Jawa dan Sulawesi," katanya.

Menurut Samsul, kontes Nasional Ayama Ketawa ini penting untuk melestarikan fauna asli Indonesia ini. Selama ini, di Surabaya ada beberapa komunitas pecinta flora fan fauna seperti komunitas Ayam Serama, Asosiasi Burung Perkutut, komunitas reptil, primata, juga komunitas anjing Pit Bull.

"Kontes Ayam Ketawa dan bursa reptil ini sebagai salah satu bentuk pelestarian satwa. Karena sekarang ini sudah hampir punah. Kita patut berterima kasih karena adanya asosiasi dan komunitas di Surabaya, bisa ikut melestarikan satwa ini. Sehingga kekhawatiran kita tidak sampai terjadi," jelas Samsul.

Ketua Pelestari Serama Indonesia, Bambang Aji mengatakan, untuk saat ini, populasi Ayam Serama di Kota Surabaya tinggal 300 ekor saja. Untuk itu, dia mengapresiasi kepedulian dari Pemkot Surabaya untuk ikut melestarikan populasi fauna asli di Indonesia ini melalui serangkan kegiatan.

"Ayam Ketawa ini unik, bunyinya aneh. Ini asli dari Indonesia, ciri khas lokal yang mendunia," jelas Bambang.

Sementara Gagat Rahino, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Klinik Hewan menambahkan, selama ini, kegiatan kontes fauna di Surabaya selalu ramai diserbu peminat. Untuk kontes Ayam Ketawa tahun 2013 ini, sudah ada 300 peserta yang menyatakan ikut serta, di antaranya peserta dari Lombok, Lampung, Bali dan Sulawesi. (*)