Surabaya (Antara Jatim) - PT Perkebunan Nusantara X (Persero) menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk referensi perbaikan dan peningkatan sistem pengolahan limbah di 11 pabrik gula yang dikelolanya.

Direktur Utama PTPN X (Persero) Subiyono saat dihubungi wartawan di Surabaya, Selasa, mengemukakan perbaikan sistem pengolahan limbah menjadi bagian dari upaya peningkatan tata kelola lingkungan secara menyeluruh, termasuk "in house keeping" (kebersihan lingkungan pabrik gula).

"Pengelolaan lingkungan menjadi salah satu permasalahan yang bila tidak dikelola dengan baik, justru akan membuat produksi terhambat sehingga kinerja pabrik gula menurun. Oleh karena itu, kami juga menggandeng LPPM ITS untuk mengawasi perbaikan sistem limbah pabrik gula," tuturnya.

Pada giling 2012, sistem pengolahan limbah di salah satu pabrik PTPN X yakni PG Gempolkrep, Mojokerto, sempat bermasalah sehingga limbah yang terbuang di Kali Surabaya mencemari lingkungan.

Guna mendukung upaya pengelola lingkungan, Subiyono menjelaskan bahwa perseroan telah mengalokasikan dana sekitar Rp40,8 miliar atau naik tiga kali lipat dibanding tahun 2012 yang hanya Rp13,5 miliar.

"Kami tidak mengartikan peningkatan tata kelola lingkungan sebagai 'cost center' yang membebani perusahaan, tapi justru menjadi 'profit center' dalam jangka panjang dan berkelanjutan, karena bisa menjamin kelanjutan bisnis," ujarnya.

Ia berharap seluruh program tata kelola lingkungan itu berjalan dengan baik sehingga target mendapatkan Proper Hijau yang dicanangkan pada 11 pabrik gula bisa tercapai.

Proper atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan merupakan program rutin yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong ketaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

Peringkat kinerja Proper dibedakan dalam lima tingkatan, yakni hitam, merah, biru, hijau, dan emas. Adapun indikator penilaiannya adalah pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan, penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan, serta pemulihan pencemaran dan kerusakan lingkungan.

"Kami sudah instruksikan seluruh pabrik gula untuk bekerja keras meningkatkan pengelolaan lingkungan. Target meraih Proper Hijau telah melebihi aspek yang dipersyaratkan, sekaligus menunjukkan bahwa semua kegiatan bisnis kami bisa dipertanggungjawabkan," tambah Subiyono.

PTPN X (Persero) yang mengelola 11 pabrik gula di Jatim, menargetkan jumlah produksi gula pada giling tahun ini mencapai 538.000 ton atau meningkat dibanding realisasi produksi 2012 sejumlah 494.000 ton. (*)