Jember (Antara Jatim) - Gerakan "Universitas Jember Mengajar" mengembangkan kiprahnya di dunia internasional dalam kegiatan "International Conference On Innovations and Challenges in Education" yang digelar Fakultas Pendidikan Dumlupinar University, Kutahya, Turki.

"Saat mempresentasikan pengalaman dalam melaksanakan program Universitas Jember (Unej) Mengajar, banyak peserta yang antusias bertanya, terutama peserta dari negara-negara Asia dan Afrika," kata Direktur Unej Mengajar, Abdul Aziz, di Jember, Rabu.

Unej Mengajar merupakan komunitas mahasiswa dari berbagai fakultas, jurusan atau program studi di Kampus Tegalboto Unej yang bergerak untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Jember.

"Dari 200 karya ilmiah yang diterima panitia di Fakultas Pendidikan Dumlupinar University dari berbagai penjuru dunia, karya arek-arek Kampus Tegalboto Unej yang sudah diaplikasikan tersebut terpilih menjadi salah satu peserta yang diundang dalam kegiatan internasional itu," tuturnya.

Menurut dia, pihak panitia mengapresiasi kerja dan karya Unej Mengajar karena masih berstatus mahasiswa, sedangkan peserta lain rata-rata adalah mahasiswa S-2 dan S-3, bahkan banyak yang sudah menyandang gelar asisten profesor dan profesor.

"Salah satu peserta dari Negara Gambia, Afrika Barat, berminat mengaplikasikan kegiatan Gerakan Unej Mengajar di negaranya karena merasa model gerakan tersebut cocok diaplikasikan di sana," paparnya.

Aziz mengaku mendapat manfaat yang luar biasa dari mengikuti konferensi di kampus yang ada di kota Kutahya karena gerakan yang terinsipirasi dari Indonesia Mengajar itu makin dikenal di luar negeri, bahkan banyak peserta dari negara lain yang menawarkan kerja sama.

"Unej Mengajar mendapat undangan dari sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Jerman yang bergerak di bidang 'social entrepreneurship', sehingga ke depan diharapkan gerakan yang digagas oleh mahasiswa Kampus Tegalboto Unej bisa semakin go internasional," ucap mahasiswa jurusan Pendidikan Fisika FKIP itu.

Selama tiga hari konferensi di Dumlupinar University, peserta dibagi dalam tiga kelompok diskusi dengan topik inovasi pendidikan, kurikulum pendidikan dan pengembangan guru, dengan peserta yang berasal dari berbagai negara antara lain Arab Saudi, Malaysia, Iran, Indonesia, Gambia, Jerman dan Turki sebagai tuan rumah.(*)