Surabaya (Antara Jatim) - Pembahasan perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2013 dan Rencana APBD 2014 di Kota Surabaya yang akan dimulai pada Mei 2013 terancam mandek, karena polemik berkepanjangan di DPRD Surabaya.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Sudirjo, Minggu, mengatakan proses pemberhentian antarwaktu (PAW) sebagaimana SK Gubernur Jatim yang ditujukan Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana cukup berlarut-larut sehingga merugikan kepentingan publik.

"Kami berharap ini segera diselesaikan, jika tidak, maka agenda penting DPRD yang akan digelar mulai Mei mendatang akan terbengkalai," kata politisi PAN dari Fraksi Gabungan Apkindo ini.

Menurut dia, sesuai jadwal, kegiatan DPRD Surabaya yang akan dilaksanakan mulai Mei di antaranya pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) PAK APBD 2013, Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Wali Kota Surabaya dan pembahasan RAPBD 2014.

"Belum lagi pembahasan perda yang macet. Prolegda (program legislasi daerah) mandul," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya berharap dua pimpinan di DPRD Surabaya yakni Wisnu Sakti Buana (FPDIP) dan Akhmad Suyanto (FPKS) segara memproses PAW Wishnu Wardhana.

Hal ini dikarenakan, lanjut dia, selama terkesan dua pimpinan DPRD itu saling lempar tanggung jawab. Mestinya, Wisnu Sakti bersedia menandatangani undangan rapat badan musyawarah (banmus) untuk mengagendakan rapat paripurna istimewa pemberhentian Wishnu Wardhana beberapa waktu lalu.

Namun, lanjut dia, Wisnu Sakti tidak berkenan memimpin rapat banmus dan melimpahkan ke Akhmad Suyanto dengan alasan menunggu ibunya di rumah sakit di Singapura.

Sementara itu, Akhmad Suyanto sendiri tidak berkenan memimpin rapat banmus karena tidak ada pelimpahan secara resmi atau tertulis dari Wisnu Sakti.

Selain itu juga saat itu sedang melaksanakan tugas partai untuk bertemu dengan Kemensos dan Kementan di Jakarta.

Meski demikian, Wakil Ketua DPRD Surabaya Akhmad Suyanto mengatakan sudah berusaha mencoba berkomunikasi dengan Wisnu Sakti untuk membicarakan hal ini, hanya saja hingga saat ini belum bisa terealisasi.

"Saya sudah telepon WS (Wisnu Sakti) hingga tiga kali, tapi tidak nyambung-nyambung. Reni (anggota FPKS) sudah kirim pesan ke Syaifudin Zuhri (FPDIP) tapi kabarnya pulang Senin (29/4)," katanya.

Pernyataan Syaifudin Zuhri tersebut berbeda dengan apa yang dikatakan anggota FPDIP dan Ketua Komisi A DPRD Surabaya Armudji sebelumnya. Ia mengatakan bahwa Wisnu Sakti baru dapat tiket pesawat pada Jumat (26/4).

"Ibunya masih proses HD Hemoddyalisys, jadi baru pulang pada Senin (28/4)," katanya.

Namun saat ditanya lagi soal kedatangan Wisnu Sakti pada Sabtu (28/4), Armudji mengatakan Wisnu Sakti belum bisa dihubungi. "Gak tau, mestinya sudah datang," katanya. (*)