Madiun (Antara Jatim) - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja dan Sosial setempat menggelar bursa kerja atau "Job Market Fair" di alun-alun setempat pada 23-24 April guna mengurangi jumlah pengangguran di daerah ini.

"Dalam bursa kerja kali ini, kami melibatkan sekitar 50 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, baik yang berada di wilayah Madiun maupun luar Madiun," kata Ketua Panitia Job Market Fair, Hermawan, Selasa .

Dari 50 perusahaan yang terlibat itu, sekitar 20 perusahaan di antaranya merupakan perusahaan dari luar Madiun, seperti perusahaan di Jakarta, Surabaya, Malang, dan sejumlah kota besar lainnya. Sedangkan, sisanya merupakan perusahaan lokal.

Menurut dia, dari sekitar 50 perusahaan lokal dan non-lokal tersebut akan terdapat sebanyak 8.225 lowongan dengan berbagai jabatan dan persyaratan.

"Peminatnya lumayan banyak, ada yang lulusan SMA dan ada juga yang sarjana. Rencananya, ini akan menjadi agenda tahunan Pemkot Madiun," kata dia.

Sementara, Wali Kota Madiun Bambang Irianto berharap agar Job Market Fair atau bursa kerja ini mampu mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Kota Madiun.

"Jumlah pengangguran terbuka di Kota Madiun saat ini mencapai 5.800 orang. Dengan bursa kerja tersebut diharapkan jumlah pengangguran akan berkurang signifikan," ujar Bambang Irianto.

Pihaknya meminta agar para pencari kerja tidak pilih-pilih pekerjaan. Sehingga, jika tidak menemukan pekerjaan yang sesuai pilihannya, lebih memilih menjadi pengangguran.

"Rata-rata cari kerjanya yang enak-enak. Banyak yang ingin kerja di kantoran ataupun menjadi PNS. Jika tidak bekerja itu memilih untuk tak kerja dulu. Pola seperti itu sulit diubah," terang dia.

Karena itu, ia sangat mendukung kegiatan tersebut dan berencana menjadikan bursa kerja menjadi agenda tahunan dengan melibatkan jumlah perusahaan yang lebih banyak lagi. (*)