Surabaya (Antara Jatim) - Seorang aktivis asal Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Ainul Yakin, mendaftar sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ke Kantor Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur, Jumat.

"Daftar menjadi anggota DPD RI benar-benar panggilan dari hati nurani dan idealisme untuk membangun negara dan memperjuangkan kepentingan masyarakat," ujar Wakil Ketua ISNU Jatim tersebut kepada wartawan di sela pendaftaran.

Pria yang akrab disapa Niko tersebut, mendaftar dengan bermodalkan 6.338 dukungan kartu tanda penduduk (KTP) dari 21 daerah kabupaten/kota se-Jatim. Sesuai peraturan, pengumpulan KTP setiap calon anggota DPD minimal 5.000 lembar yang tersebar di 19 kabupaten/kota.

"Syukurlah syarat pertama dari segi dukungan dan penyebaran KTP di daerah kami sudah terlampaui. Semoga sampai verifikasi berhasil dan saya siap berkompetisi," ucapya.

Mantan politisi PKB tersebut memilih mendaftar melalui jalur DPD dengan alasan lebih mudah dari sisi kualitas maupun kuantitas kompetisi. Selain itu, menjadi anggota DPD dinilainya lebih bersih dari pada menjadi anggota DPR.

Niko yang juga pernah menjabat Ketua Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jatim periode 1994-1996 tersebut, memiliki visi menyamakan posisi DPD dengan DPR sebagai wakil rakyat yang sama-sama dipilih melalui pemilihan umum secara demokratis.

"Ada angin segar dari Mahkamah Konstitusi terkait pemberian hak legislasif kepada anggota DPD. Ini yang akan kami perjuangkan agar posisi DPD sama dengan DPR," kata dia.

Dalam penyerahan KTP dan pendaftaran KPU Jatim, Ketua Dewan Pembina Angkatan Muda Tarekat (AMTI) tersebut didampingi puluhan massa organisasi pendukungnya seperti AMTI, ISNU, Jatman, Matan Annahdiyah, serta puluhan kader PMII.

Sementara itu, Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu Agus Mahfudz Fauzi mengatakan, selama 10 hari dibuka pendaftaran, pihaknya telah menerima 11 pendaftar melalui jalur DPD RI.(*)