Malang (Antara Jatim) - Jumlah pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, menyusut hingga 500 orang selama dua tahun terakhir akibat tidak ada rekrutmen CPNS jalur umum.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang Wahyu Santoso, Selasa, mengatakan penyusutan jumlah PNS tersebut didominasi dari kalangan guru yang mencapai sekitar 60 persen.

"Banyak PNS yang memasuki masa pensiun, tapi tidak ada rekrutmen CPNS baru, sehingga jumlah PNS terus menyusut. Dan, saat ini jumlahnya tidak sampai 10 ribu orang," katanya.

Namun demikian, kata Wahyu, dirinya tidak berani mengatakan jika pemkot kekurangan pegawai, sebab sampai saat ini belum ada keluhan dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan kinerjanya juga tidak ada perubahan.

Apalagi, lanjutnya, jika mengacu pada alokasi anggaran pegawai, menyusutnya sekitar 500 pegawai itu belum mengindikasikan ada kekurangan tenaga. Alokasi anggaran untuk gaji pegawai dari APBD Kota Malang saat ini mencapai 53 persen, padahal standar dari Kemen PAN sekitar 50 persen.

Untuk menambah pegawai (PNS) tersebut, katanya, pemkot masih menunggu pengangkatan tenaga honorer kategori 2 (K2). Sesuai data BKD, ada 1.212 honorer K2 yang menunggu pengangkatan PNS dari Kemen PAN.

"Tenaga honorer K2 yang ada saat ini sesuai dengan kebutuhan, karena sebagian besar atau sebanyak 1.135 orang adalah guru dan sisanya adalah tenaga teknis strategis serta tenaga medis," ujarnya.(*)