Surabaya (Antara Jatim) - Fungsionaris Partai Golkar Ridwan Hisjam mengatakan berdasarkan laporan survei yang diterimanya bahwa elektabilitas bakal Calon Gubernur Jawa Timur Soekarwo menurun di bawah 50 persen dari sebelumnya sekitar 53 persen.

"Survei ini independen dan tidak berpihak ke siapapun. Dulu angka Soekarwo masih sekitar 53 persen, sekarang menjelang Pilkada untuk jabatan gubernur periode 2014-2019 malah turun. Tapi secara peringkat, tetap pertama dibandingkan calon lainnya," katanya kepada wartawan di Surabaya, Selasa.

Tidak hanya dilakukan untuk bakal calon Gubernur Jatim, tapi survei yang dilakukan selama delapan hari pada 8-20 Maret 2013 tersebut juga untuk bakal calon wakil gubernur.

Menurunnya elektabilitas Soekarwo berbanding terbalik dengan bakal Cagub Khofifah Indar Parawansa. Semula, angka ketua umum PP Muslimat NU tersebut berkisar 20 persen. Namun, saat ini merangkak naik meski tidak sampai melebihi Soekarwo.

"Akan tetapi tetap di bawah 50 persen. Saya tidak mau sebut angka pastinya," kata politisi yang juga wakil bendahara DPP Partai Golkar tersebut.

Ridwan Hisjam mengaku heran dengan turunnya elektabilitas Soekarwo, sebab hanya berselang dua bulan dari hasil survei Partai Golkar yang kemudian direkomendasikan DPD Partai Golkar Jatim sebagai calon gubermur pada Rakerda 8 Januari 2013.

"Seharusnya sebagai calon gubernur yang kini masih menjabat, elektabilitas semakin naik. Tapi apakah dalam Pilkada mendatang elektabilitasnya naik lagi atau sebaliknya Khofifah yang menyalip, belum tahu juga," katanya.

Hasil survei tersebut, kata dia, sudah dilaporkan ke Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, KH Hasyim Muzadi, pada Minggu (31/3) malam. Laporan itu disampaikan karena dalam pertemuan sebelumnya, ia ditugasi untuk mengamati perkembangan politik di Jatim.

"Penugasan dari Kiai Hasyim ini karena melihat posisi saya yang dianggap mengerti peta perpolitikan Jatim. Meski di jakarta, tapi saya punya jaringan di daerah. Satu bulan ini saya selalu memonitor secara seksama dan hasilnya saya laporkan ke Kiai Hasyim," katanya.

Kendati demikian, Ridwan Hisjam mengaku tidak akan melaporkannya ke Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie karena bukan dia yang memerintahkan dilakukan survei.

"Yang pasti hasil survei lembaga survei independen itu tidak mengubah rekomendasi Partai Golkar. Sebab, surat rekomendasinya sudah turun dan akan diserahkan ketua umum ke Soekarwo di Malang, 5-6 April 2013," kata mantan Ketua DPD I Partai Golkar Jatim tersebut. (*)