Sidoarjo (Antara Jatim) - Kantor sistem administrasi manunggal satu atap (Samsat) Kabupaten Sidoarjo mulai menggunakan surat pengganti sementara Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) karena stok buku tersebut di Kabupaten Sidoarjo habis.

Kepala Unit Registrasi dan Identifikasi Samsat Sidoarjo, F Kennedy, Senin, mengatakan, surat pengganti sementara BPKB tersebut akan diberikan kepada pemohon kendaraan baru yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

"Para pemohon kendaraan baru tersebut akan mendapatkan surat pengganti sementara BPKB mengingat stok BPKB dari Kepolisian Daerah Jawa Timur sudah kosong," katanya.

Ia mengemukakan, fungsi dari surat pengganti sementara BPKB tersebut sama dengan BPKB asli hanya saja bentuknya yang berbeda yakni berbentuk surat keterangan.

"Secara hukum, surat keterangan tersebut sama dengan BPKB yang asli dan bisa digunakan sebagai jaminan pada bank-bank yang ada," katanya.

Ia mengemukakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terhadap sejumlah perbankan dan juga lembaga lain yang ada terkait dengan keberadaan surat ketarangan tersebut.

"Nantinya para pemilik kendaraan tidak perlu khawatir jika diberikan surat keterangan tersebut karena fungsi dan kegunaannya sama dengan BPKB asli hanya saja sifatnya yang sementara," katanya.

Ia mengatakan, sesuai dengan informasi yang masuk ke Samsat Kabupaten Sidoarjo, BPKB asli akan ada lagi pada pertengahan tahun ini.

"Jadi, kalau BPKB tersebut sudah ada maka pemilik BPKB akan dihubungi oleh petugas untuk menukarkan surat keterangan sementara tersebut dengan BPKB asli," katanya.

Ia mengatakan, surat keterangan sementara itu juga dilengkapi dengan sistem keamanan dan juga kode-kode rahasia yang hanya bisa diketahui oleh petugas.

"Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya surat keterangan sementara pengganti BPKB yang akan diberikan oleh petugas," katanya.

Ia mengatakan, sejak bulan Februari sampai dengan Maret, kebutuhan BPKB untuk kendaraan baru yang ada di Sidoarjo mencapai sepuluh ribu buku.

"Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat menyusul banyaknya permintaan pengadaan BPKB baru untuk kendaraan bermotor baik roda dua atau lebih," katanya.(*)