Sampang (Antara Jatim) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang menutup sebanyak empat sekolah dasar negeri (SDN) di wilayah itu, karena kekurangan peserta didik.

"Keempat sekolah itu terpaksa kami tutup, dan kami gabung dengan SDN lain yang jaraknya berdekatan dengan pertimbangan untuk lebih efektif," kata Kabid Kurikulum Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang Abi Kusno di Sampang, Jatim, Rabu.

Ia menjelaskan, keempat SD yang akan digabung semuanya terletak di Kecamatan Kota Sampang meliputi SDN Karang Dalam 1, SDN Gunung Sekar 3, SDN Dalpenang 3 dan SDN Dalpenang 5.

Selain karena kekurangan murid, keempat sekolah tersebut juga kekurangan guru dan prasarana.

Abi Kusno juga menjelaskan, kebijakan menutup SD Negeri yang kekurangan murid dan menggabung dengan sekolah lain itu, juga berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor: 17 Tahun 2007.

Dalam PP itu dijelaskan pemkab memiliki kewenangan dalam pengembangan penyelenggaraan pendidikan di daerahnya dengan tujuan agar kualitas pendidikan menjadi lebih baik.

Sementara ini yang dilakukan penggabungan hanya di Kecamatan Kota Sampang saja, dan selanjutnnya akan dilakukan di beberapa wilayah kecamatan yang juga kekurangan murid dan guru.

"Bahkan yang SDN Gunung Sekar 3 sudah tidak mempunyai kepala sekolah," ungkapnya.

Hanya saja, sambung dia, tidak semua sekolah yang kekurangan murid harus ditutup dan digabung dengan sekolah lain. Penggabungan perlu dilakukan apabila jarak antarsekolah itu dekat.

"Kalau di perdesaan banyak juga yang kekurangan guru dan murid, namun faktor geografis juga menjadi pertimbangan kami," ujarnya, menjelaskan.

Jumlah SD di Kabupaten Sampang sebanyak 597 lembaga tersebar di 186 desa dan kelurahan di 14 kecamatan di wilayah itu, dan jumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 512, terdiri dari MI Negeri dan swasta.(*)