Trenggalek (AntaraJatim) - Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Mulyadi Wr membantah rumor yang menyebut rencana pencalonannya sebagai anggota DPR-RI melalui PDIP pada Pemilu 2014 .

"Saya akan maju apabila aturannya tidak mewajibkan mundur dari jabatan bupati atau cukup dengan cuti, tapi dalam aturan sekarang mewajibkan harus mundur dari bupati, jadi saya lebih memilih tidak mencalonkan," katanya di Trenggalek, Jumat (8/3).

Menurut dia, akibat aturan tersebut pihaknya memilih untuk berkonsentrasi di Kabupaten Trenggalek sebagai kepala daerah hingga akhir masa jabatannya pada tahun 2015.

Keputusan tidak maju dalam kompetisi pemilihan umum 2014 mendatang merupakan yang terbaik sehingga bisa berusaha mewujudkan sejumlah visi dan misinya sebagai pimpinan daerah.

"Kami pikir memang lebih baik untuk memajukan masyarakat Trenggalek, apalagi sisa masa jabatan saya juga masih lama, ini akan kami manfaatkan semaksimal mungkin untuk melayani masyarakat," ujar Mulyadi.

Namun Mulyadi tidak menampik kemungkinan bahwa istrinya, Peny Mulyadi akan maju sebagai calon legislatif DPRD Trenggalek dari PDIP.

"Kalau Bu Peny bisa saja maju, tergantung partainya nanti seperti apa, apabila diminta untuk mendaftar (caleg) maka akan berangkat, tapi kalau tidak disuruh ya tidak berangkat," ujarnya.

Mulyadi dikabarkan siap untuk mundur dari jabatannya, karena akan maju sebagai calon legislatif DPR-RI dari PDI Perjuangan, melalui daerah pemilihan VII Jawa Timur.

Sejumlah pengurus PAC PDIP bahkan juga membenarkan kabar tersebut.

Mulyadi WR mengawali karirnya sebagai PNS, hingga akhirnya menduduki jabatan sebagai Kepala PU Binamarga Trenggalek. Prestasi yang cukup baik kemudian mengantarkannya terpilih sebagai Bupati Trenggalek periode 2000-2005, namun kemudian ia tumbang oleh rival politiknya Soeharto.

Karena belum memasuki usia pensiun, Mulyadi WR yang kalah dalam pemilihan langsung pada tahun 2005 kemudian ditarik gubernur untuk menduduki jabatan Asisten III di Pemprov Jatim.

Mulyadi kembali terpilih sebagai Bupati Trenggalek pada tahun 2010, dengan kemenangan telak setelah didukung PDIP dan PKB. (*)