Surabaya (AntaraJatim) - Staf Informasi dan Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya Eko Prasetyo mengemukakan berdasarkan analisis wilayah Jatim diperkirakan akan memasuki awal musim kemarau pada waktu normal yakni pada bulan Juni.

"Berdasarkan analisis, Jatim akan masuk awal musim kemarau pada bulan Juni meskipun sebagian wilayah Indonesia akan maju 10 hari hingga sebulan, yakni antara April - Mei," kata Eko di Surabaya, Rabu.

Menurut dia, berdasarkan prakiraan awal musim kemarau di Indonesia, daerah yang memasuki awal musim kemarau pada bulan Maret terdapat 14 zone, pada bulan April 96 zone dan pada bulan Mei sebanyak 110 zone.

Dari zone tersebut, katanya, Jatim termasuk dalam 110 zone yang diperkirakan akan memasuki awal musim kemarau pada Juni, bukan pada bulan Mei yang diperkirakan merupakan puncak awal kemarau di Indonesia.

"Daerah di Jawa yang musim kemaraunya lebih awal diperkirakan terjadi di Wonogiri, Gunung Kidul dan Sukabumi. Daerah ini diperkirakan memasuki musim kemarau pada bulan April," kata Eko menjelaskan.

Meski memasuki awal musim kemarau, diperkirakan pada saat itu masih akan turun hujan di sejumlah wilayah kendati dengan intensitas rendah atau di bawah normal.

Bahkan, dengan fenomena tersebut diperkirakan akan terjadi kenaikan suhu permukaan air laut di wilayah perairan Kalimantan bagian utara, perairan Laut Jawa, Bali dan Nusa Tenggara berkisar 0,5 - 1 derajat dari kondisi normal 29 derajat celcius.

Pada musim kemarau, kata Eko, uap air dari Samudera Hindia bertiup menuju wilayah Indonesia dengan intensitas normal dan akan berkurang drastis di beberapa wilayah hingga Juni serta akan berakhir pada November ketika masuk musim hujan.

Dengan majunya awal musim kemarau tersebut Eko mengimbau masyarakat, utamanya masyarakat petani, bisa menyesuaikan diri seperti menyesuaikan jadwal awal musim tanam.

Sementara itu, cuaca di perairan Laut Jawa dan Samudera Hindia dalam dua hari ke depan cukup kondusif. Tinggi gelombang di perairan Laut Jawa sekitar 2,5 meter dan di Samudera Hindia sekitar 3,5 meter, sedangkan kecepatan angin di Laut Jawa sekitar 45 kilometer per jam dan Samudera Hindia 55 kilometer per jam. Angin bertiup dari arah barat dan barat laut. (*)