Surabaya (AntaraJatim) - Bisnis makanan ringan berbahan jagung, susu, dan keju atau "jasuke" di Surabaya mulai "menjamur", karena produk yang biasanya dijual di mal itu kini banyak ditawarkan di pinggir jalan.

"Saya sudah satu tahun berjualan di sini, mulai jam 08.00 WIB hingga sore jam 17.00 WIB. Alhamdulillah, setiap hari habis 10 kilogram jagung dengan omzet bersih Rp200.000 perhari," kata penjual jasuke di Jalan Kombes M Duryat Surabaya, Yuli, Rabu.

"Jasuke" merupakan camilan sehat bergizi yang berbahan utama jagung rebus dengan "topping" keju, susu, cokelat, dan lain-lain. Makanan ringan itu disukai banyak kalangan, baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa.

"Dulu, Jasuke hanya dijumpai di mal, tapi kini penjual jasuke mulai banyak dijumpai di pinggir jalan, seperti di sini (Jalan Kombes M Duryat), Jalan Ahmad Yani, Jalan Pemuda, dan Jalan Basuki Rahmat," katanya.

Harga "jasuke" tidak terlalu mahal, yakni hanya Rp3.000 per porsi. Jasuke terdiri berbagai rasa "topping"
pilihan seperti strawberry, susu, cokelat, keju, mayonais, dan sebagainya.

Pemilik Jasuke ini menambahkan keuntungan yang diperoleh dari bisnis "jasuke" cukup lumayan untuk membantu perekonomian keluarganya.

"Jasuke juga menyehatkan masyarakat yang suka camilan sehat dan murah meriah itu," katanya.

Lain halnya di Sidoarjo. Sejumlah pedagang mengembangkan bisnis lumpia asli Semarang dengan melakukan kreasi lumpia, mulai dari lumpia vegetarian, lumpia basah, lumpia goreng, hingga lumpia mercon atau lumpia pedas ala Sidoarjo.

"Ya, lumpia memang identik dengan Kota Semarang, tapi saya ingin sesuatu yang baru, saya mengikuti pangsa pasar Sidoarjo yang suka pedas, karena itu saya membuat lumpia pedas dengan produk Lumpia mercon," kata penjual lumpia mercon di depan alun-alun Sidoarjo, Syarif.

Bisnis makanan ringan berbahan dasar rebung itu dapat dijumpai antara lain Lumpia Vegetarian di Perum Gading Fajar Sidoarjo, Lumpia Basah dan Goreng di Jalan Ahmad Yani Sidoarjo, Lumpia Sidoarjo di depan RSUD Sidoarjo, dan Lumpia Mercon di Alun - Alun Sidoarjo.

"Modal untuk pembuatan gerobak keliling senilai Rp1.500.000. Dengan harga satu lumpia seharga Rp3.000, maka usaha saya beromzet Rp350.000 sehari," kata Syarif.

Ia menyarakan pebisnis pemula sebaiknya melihat pangsa pasar. "Apa yang dimaui konsumen dan apa yang disuka oleh konsumen, jangan pernah takut untuk berinovasi," katanya. (*) (Foto: Dokumen Antara)

Editor: Edy M Ya'kub