Surabaya - Staf Informasi dan Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya Eko Prasetyo mengingatkan masyarakat pelayaran dan penerbangan mewaspadai dampak yang ditimbulkan badai tropis "Rusty" karena bisa menimbulkan angin kencang dan gelombang tinggi.

"Dampak badai ini tidak sekedar diwaspadai, tapi harus sangat hati-hati karena dampaknya bisa di daratan maupun di lautan," katanya di Surabaya, Selasa.

Badai tropis Rusty yang tanda-tandanya telah diketahui tiga hari lalu muncul sejak tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Badai tropis ini saat ini berada di barat Australia dekat dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) atau di posisi 20 derajat Lintang Selatan (LS) - 120 derajat Bujur Timur (BT).

Menurut Eko, badai tropis Rusty berdampak terhadap tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Timur (Jatim) hingga NTT mencapai enam meter, sedangkan di perairan laut Jawa berkisar 2,5 - 3,5 meter.

Kecepatan angin di perairan selatan Jatim sekitar 60 kilometer per jam sedangkan di Laut Jawa lebih dari 45 kilometer per jam.
"Dampak badai Rusty juga dirasakan di daratan. Apalagi saat ini ada pusat tekanan rendah di selatan Sumatera. Jadi, baik pelayaran maupun penerbangan harus waspada," katanya.

Dampak badai tropis Rusty dan pusat tekanan rendah tersebut diperkirakan akan dirasakan hingga lima hari ke depan. "Angin berhembus cukup kencang dari arah barat dan barat laut akan masih terasa hingga lima hari ke depan," katanya menambahkan. (*)