Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep mengajukan penyediaan dana sebesar Rp3,5 miliar kepada DPRD setempat melalui proses mendahului perubahan anggaran keuangan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah 2013 guna pembebasan lahan Bandara Trunojoyo.

"Dana tersebut sangat dibutuhkan secepatnya untuk membebaskan lahan untuk pengembangan Bandara Trunojoyo Sumenep. Kalau bisa dicairkan dalam waktu dekat berarti pengembangan bandara bisa direalisasikan pada tahun ini juga," ujar Wakil Bupati Sumenep Soengkono Sidik di Sumenep, Kamis.

Sesuai hasil koordinasi dengan pimpinan Satuan Kerja Bandara Trunojoyo, kata dia, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memprogramkan pengembangan bandara tersebut pada tahun ini jika disediakan lahan.

"Kalau ingin direalisasikan pada tahun ini juga, lahan yang akan digunakan untuk pengembangan Bandara Trunojoyo itu harus sudah ada atau tersedia paling lambat pada Mei mendatang. Kalau di atas Mei berarti realisasi pengembangan bandara akan dilakukan pada 2014 mendatang," ucapnya.

Pengembangan Bandara Trunojoyo yang diprogramkan Kemenhub itu, di antaranya penambahan panjang landasan pacu pesawat dan pembangunan terminal penumpang.

"Semoga anggota DPRD Sumenep memahami tujuan kami untuk meminta penyediaan dana sebesar Rp3,5 miliar yang sifatnya mendahului pembahasan perubahan anggaran keuangan (PAK) pada APBD tahun berjalan. Dana tersebut memang sangat dibutuhkan. Kalau menunggu pembahasan PAK, bisa-bisa baru bisa disediakan pada September mendatang," paparnya.

Soengkono juga mengemukakan, pengajuan penyediaan dana yang mendahului pembahasan PAK merupakan hal yang diperkenankan, sepanjang dana yang diajukan itu memang dibutuhkan secepatnya.

"Salah satu hal yang paling mendesak dilakukan di Bandara Trunojoyo adalah penambahan panjang landasan pacu pesawat. Kalau landasan pacunya minimal 1.400 meter berarti maskapai Wings Air siap melayani penerbangan komersial dengan rute Sumenep-Surabaya," katanya.

Satuan Kerja Bandara Trunojoyo merupakan institusi kepanjangan tangan Kemenhub yang berada di Sumenep.

Sejak beberapa tahun lalu, Pemkab Sumenep bersama Satuan Kerja Bandara Trunojoyo terus berusaha menambah fasilitas Bandara Trunojoyo.

Mereka ingin menjadikan Bandara Trunojoyo sebagai bandara komersial yang disinggahi pesawat berjadwal reguler.

Sejumlah program atau kegiatan yang merupakan hasil sinergi Pemkab Sumenep dan Satker Bandara Trunojoyo, terus dilakukan guna menambah fasilitas supaya memenuhi persyaratan (standar) sebagai bandara komersial.

Program sinergi tersebut, di antaranya Pemkab Sumenep membebaskan lahan sekitar 5,4 hektare untuk perluasan areal Bandara Trunojoyo pada 2011, guna menambah sejumlah fasilitas, di antaranya menambah panjang landasan pacu pesawat yang untuk sementara hanya 905 meter.

Kemudian, Kementerian Perhubungan memprogramkan penambahan panjang landasan pacu pesawat di Bandara Trunojoyo, dari 905 meter menjadi 1.160 meter, dan penambahan fasilitas lainnya pada 2012. (*)