Tulungagung - Jumlah pemilih berdasar daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menjelang hari "H" pencoblosan bertambah sebanyak 728 jiwa, sehingga menjadi 843.111 jiwa dari sebelumnya sebanyak 842.383 jiwa.

"Kenaikan ini sudah kami plenokan pada 'H-3' kemarin, hal ini sesuai dengan rekomendasi dari panwaslu," kata Ketua KPU Kabupaten Tulungagung, Suyitno Arman, Rabu.

Menurut dia, penambahan jumlah pemilih tersebut merupakan dampak dari perpindahan penduduk yang masuk ke Kabupaten Tulungagung.

Arman menambahkan, meskipun mengalami peningkatan, ia optimistis hal tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap jalannya pemilihan kepala daerah.

"DPT itu pasti memiliki pengaruh, terutama untuk surat suara. Namun karena jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga bisa kami penuhi dari surat suara cadangan," ujarnya.

Ia berharap seluruh warga Tulungagung yang masuk ke dalam daftar pemilih tetap tersebut menggunakan hak pilihnya dalam pilkada, Kamis (31/1), termasuk para pemilih pemula yang baru kali ini mengikuti pesta demokrasi.

Arman mengaku, KPU terus berupaya untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih dengan berbagai macam cara termasuk sosialisasi di lembaga pemasyarakatan.

Pemilihan kepala daerah di Kabupaten Tulungagung bakal diikuti oleh empat pasangan calon bupati dan wakil bupati. Keempat pasangan tersebut adalah Syahri Mulyo-Maryoto Bhirowo (Sahto) yang berangkat dari PKNU, PDP, dan Partai Patriot; pasangan M Athiyah- Budi Setijadi (Abdi) yang diusung Partai Hanura, Gerindra dan Republikan; pasangan Isman-Tatang Suhartono (Matang) yang diusung PDIP-PKB; serta pasangan Bambang Adhyaksa-Anna Luthfie (Bangsa) yang diusung PAN, Demokrat, dan Golkar. (*)