Ponorogo - Puluhan personel Kepolisian Resor Ponorogo, Jawa Timur, mengikuti latihan gabungan pencarian dan penyelamatan (search and rescue/ SAR) korban bencana banjir di Bendungan Semorobangun, Kecamatan Badegan, Rabu.

Hadir dalam latihan penyelamatan korban bencana yang melibatkan jajaran BPBD Ponorogo, PMI dan KSR serta warga sekitar tersebut Kapolres Ponorogo, AKBP Yuda Gustawan.

"Latihan penyelamatan ini perlu dilakukan untuk membekali personel kepolisian agar memiliki pengetahuan dan kapasitas dalam aksi tanggap darurat bencana," kata Kapolres.

Demi memaksimalkan kemampuan SAR para personel kepolisian maupun tim reaksi cepat (TRC) kebencanaan dari berbagai unsur, Polres Ponorogo mendatangkan satu regu SAR Brimob Detesemen C Polda Jatim yang bermarkas di Madiun.

Para personel kepolisian yang semuanya berasal dari satuan sabhara tersebut dibekali berbagai keterampilan terkait penyelamatan korban bencana banjir, mulai dari pembuatan rakit, evakuasi korban dengan tali melalui tebing-tebing, hingga pencarian dan penyelamatan korban yang terbawa arus banjir.

Simulasi dilakukan di Bendungan Semorobangun karena memiliki kontur tebing dan alur sungai yang menyerupai kondisi banjir.

"Ponorogo mempunyai banyak sungai sehingga potensi banjir cukup besar. Karena itulah, kita melakukan antisipasi agar bisa meminimalkan korban, terutama korban jiwa," terangnya.

Sebagaimana daerah sekitarnya, potensi bencana di Kabupaten Ponorogo cukup tinggi.

Selain banjir yang pernah mengepung ibukota daerah tersebut pada tahun 2007, bencana tanah longsor, angin puting beliung, hingga gerakan tanah atau gempa tektonik acapkali terjadi di wilayah tersebut.

"Pelatihan semacam ini penting untuk mengantisipasi semua risiko bencana yang bisa terjadi, terutama banjir," kata Kasi Penanggulangan Bencana BPBD Ponorogo Setyo Budiyono.

Selama musim hujan empat bulan terakhir, sedikitnya telah terjadi 10 kali bencana banjir dan belasan kali kasus tanah longsor yang tersebar di sejumlah kecamatan di Ponorogo.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam rentetan peristiwa alam tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. (*)