Malang - Pemkot Malang, Jawa Timur, memastikan jika pembangunan Pasar Dinoyo tuntas pada Juni mendatang, meski dalam adendum perjanjian kerja sama dengan investor baru selesai Desember 2013.

"Investor sudah berkomitmen dengan pedagang kalau Juni nanti pasti tuntas. Oleh karena itu, saya bisa memastikan kalau pedagang bisa secepatnya menempati pasar yang baru dan jangan sampai investor mengecewakan pedagang," tegas Wali Kota Malang Peni Suparto di Malang, Sabtu.

Guna memastikan komitmen investor, yakni PT Citra Gading Asritama, yang akan menyelesaikan pembangunan pada Juni nanti, katanya, pihaknya terus memantau setiap perkembangan yang dikerjakan investor.

Sebenarnya, lanjut Peni, pembangunan Pasar dinoyo tersebut bisa diselesaikan pada tahun lalu, namun karena adanya pemilik rumah toko (ruko) yang tidak mau melepas asetnya dengan harga sesuai nilai jual objek pajak (NJOP), maka proses penyelesaiannya tertunda.

Menurut Peni, ada empat ruko yang sebelumnya tidak masuk dalam area pasar, namun mau tidak mau ruko tersebut harus dibebaskan dan menjadi aset pemkot. Namun, ada saja kendala yang menghambat pembebasannya, sehingga pembangunan tidak bisa dikerjakan sesuai waktu yang ditetapkan.

Sementara itu Direktur Properti PT Citra gading Asritama Heri Mursyid Broto Sejati mengatakan, pihaknya akan mengerahkan seluruh pekerjanya agar pembangunan pasar tersebut bisa tuntas Juni nanti.

"Kami optimistis akan selesai karena pasar terpadu ini hanya dua lantai, apalagi pengerjaan struktur bangunannya tidak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar tiga bulan. Setelah struktur bangunan selesai tinggal penyelesaian saja," katanya.

Jika proses pembangunan lancar dan alat berat bisa dibersihkan secepatnya, kata Heri, maka Agustus mendatang sudah bisa ditempati oleh pedagang pasar tradisional. Sedangkan, pemilik kios pasar modern baru bisa menempati kiosnya setelah pembangunan lantai 3 dan 4 selesai.

"Pedagang pasar tradisional ini akan menempati lantai 1 dan 2, sehingga pembangunanya kami dahulukan dan untuk pedagang pasar modern menyusul," katanya, menegaskan.

Sebelumnya pembangunan pasar Dinoyo tersebut sempat mendapat penolakan dari pedagang karena pembangunannya tidak sesuai dengan site plan. Karena terus menerus didemo pedagang, investor akhirnya mengubah site plan sesuai yang diinginkan pedagang.

Selama dalam proses pembangunan, sekitar 1.300 pedagang direlokasi ke lokasi sementara di kawasan Merjosari. Pedagang direlokasi sejak awal Januari 2012.(*)