Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Jumat sore, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, melantik 272 pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi setempat.

"Pelantikan ini bagian dari mutasi pejabat. Tidak ada yang istimewa dari pelantikan ini, karena merupakan hal biasa. Tujuan utamanya agar pejabat tersebut bisa merasakan sesuatu yang baru dan tidak bosan dengan tugasnya," ujar Gubernur.

Dari ratusan pejabat eselon yang dilantik, hanya ada satu yang berasal dari pejabat eselon II, yakni Sutartib, dari sebelumnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja menjadi pejabat definitif.

Sedangkan, untuk pejabat eselon III berjumlah 83 pejabat dan sisanya 188 pejabat eselon IV. Khusus untuk eselon IV, pelantikan dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Rasiyo, yang dilakukan setelah pelantikan eselon II dan III.

Dalam sambutannya, Soekarwo meminta agar mereka menjaga netralitas sebagai pegawai negeri sipil. Apalagi pada Agustus 2013, di provinsi ini akan ada pesta demokrasi, yakni Pemilihan Gubernur Jatim periode 2014-2019.

"PNS harus netral dan tidak berpihak kepada kandidat siapapun. Jangan sampai mementingkan kepentingan pribadi, karena akan ada penalti jika terbukti. Boleh hati berpendapat, tapi tidak boleh dalam profesionalisme kepegawaian," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut juga menyampaikan tentang penerapan elektronik audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Jatim.

Penerapan elektronik audit BPK, lanjut dia, dibuktikan dengan kerja sama penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Jatim dengan BPK. Sehingga, sekarang sudah tidak ada yang tertutup lagi dan terbuka.

"Nantinya harus diumumkan di situs jaringan milik BPK. Kemudian, setelah ini semua SKPD harus elektronik audit," tukas mantan Sekdaprov Jatim tersebut.

Sementara itu, Kasatpol PP Pemprov Jatim, Sutartib, mengaku bersyukur atas jabatan yang diterimanya dan berjanji akan melaksanakan tugas sesuai yang telah diamanatkan.

"Apalagi semua sudah melaksanakan sumpah dan pegawai tidak boleh melanggarnya. Kami akan berusaha bekerja semaksimal mungkin sesuai tugas. Kami juga mohon doanya," kata Sutartib. (*)