Madiun - Harga daging ayam potong atau broiler di sejumlah pasar tradisional Kota Madiun naik menjelang perayaan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013.

Pedagang daging ayam di Pasar Besar Kota Madiun, Suyatmi, Kamis mengatakan, kenaikan harga daging ayam tersebut terjadi sejak sepekan terakhir. Kenaikan ini terjadi akibat meningkatnya permintaan daging ayam menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Sebelumnya, harga daging ayam potong berkisar antara Rp21.000 hingga Rp23.000 perkilogram. Sekarang sudah mencapai Rp25.000 perkilogram," ujarnya kepada wartawan.

Menurut dia, kenaikan harga daging ayam potong tersebut dipicu karena sebagian masyarakat masih enggan mengonsumsi daging sapi yang hingga kini harganya masih stabil tinggi di kisaran Rp80.000 hingga Rp85.000 perkilogram.

"Biasanya kalau perayaan Natal banyak warga yang mengadakan pesta atau undangan. Makanan dalam pesta tersebut kebanyakan adalah daging ayam," terangnya.

Hal yang sama terjadi untuk komoditas telur ayam. Harga telur ayam naik dari kisaran Rp13.000-Rp14.000 perkilogram menjadi Rp15.000-Rp16.000 perkilogram.

"Selain harganya naik, pasokannya juga terlambat dari distributor. Hari ini saya tidak bisa kulakan karena kiriman dari peternak belum ada," ujar pedagang kebutuhan pokok di pasar setempat, Sulistyorini.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, dan Pariwisata (Diskoperindagta) Kota Madiun, Totok Sugiarto membenarkan jika sejumlah komoditas pangan di wilayahnya harganya naik.

"Hal tersebut wajar menjelang hari raya keagamaan. Hal ini karena permintaan sejumlah komoditas saat Natal dan Tahun baru sedang tinggi," ucap Totok.

Meskipun harganya mengalami kenaikan, namun Totok menilai kenaikan harga tersebut masih wajar. Terbukti masyarakat masih bisa menjangkaunya.

Selain masih wajar, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memantau fluktuasi harga komoditas di pasaran. Jika kenaikan harga sudah tidak terkendali maka pemerintah akan melakukan operasi pasar atau pasar murah.

Sementara, harga sejumlah komoditas lain di pasar tradisional setempat cenderung stabil. Seperti beras medium IR 64 Rp7.500 perkilo, minyak goreng Rp10.000 perkilogram, gula pasir Rp11.000 perkilogram.(*)