Bojonegoro - Harga sapi di Bojonegoro, Jawa Timur, turun sekitar Rp500 ribu/ekor, yang disebabkan sepinya pembeli lokal juga luar daerah, terutama dari berbagai kota di Jateng, dalam dua pekan terakhir.

"Turunnya harga sapi sekitar Rp500 ribu per ekor sangat wajar, sebab pembelinya sepi. Tapi kalau pembelinya ramai lagi harga akan naik," kata seorang pedagang sapi asal Lamongan Saiman, di Pasar Banjarjo, Kamis.

Hal senada juga disampaikan seorang pedagang sapi lainnya asal Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro Abdul Kharim.

" Biasanya kalau sudah panen padi, pembeli sapi akan ramai lagi dan harga sapi akan naik kembali," ujar Abdul Kharim, yang mengaku membawa satu ekor sapi untuk dijual di pasar setempat.

Meski pembeli sapi Saiman mengaku membawa enam ekor sapi untuk dijual di pasar setempat, dengan harga penawaran berkisar Rp10 juta hingga Rp11 juta/ekor.

Jumlah sapi yang dibawa itu, lanjutnya, sama dengan sapi yang dibawa pada pasaran pekan lalu, yang jumlahnya juga enam ekor yang semuanya laku terjual.

"Tapi enam ekor sapi yang sekarang saya bawa belum ada yang laku," jelas Saiman.

Baik Saiman maupun Abdul Kharim menyatakan harga sapi di peternak dan di pasar sapi baik di daerah setempat, juga di Lamongan dan Tuban, tidak jauh berbeda.

Bahkan, lanjutnya, bisa terjadi harga sapi di peternak lebih mahal dibandingkan dengan harga sapi di pasar hewan di sejumlah lokasi.

"Karena itu pedagang sapi agak enggan berjualan sapi," ucapnya.
(*).