Tulungagung - Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengumumkan hasil uji sampel lendir, darah, serta kotoran itik mati di wilayahnya, yakni akibat oleh flu burung (Avian Influenza/AI).

"Kami telah menerima hasil uji laboratorium kesehatan hewan di Malang dan kesimpulannya penyebab kematian ribuan itik di wilayah Kecamatan Gondang dan sekitarnya, termasuk Trenggalek, adalah virus flu burung," ujar Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung, Sujono, di Tulungagung, Rabu.

Dijelaskannya bahwa virus AI yang menyerang ribuan itik hingga mengalami kematian secara cepat dan masif tersebut berbeda dengan yang menyerang ayam sebelumnya, yakni H5N1 clade 2.1.

Menurutnya, virus AI kali ini telah mengalami lompatan mutasi, yakni dari tipe H5N1 clade 2.1 menjadi H5N1 clade 2.3. Virus yang telah bermutasi ini secara khas hanya menyerang itik, namun tidak mempan terhadap ayam. "Virus ini berbeda dengan virus sebelumnya yang tidak menyerang itik," terangnya.

Sujono menegaskan, meski virus H5N1 clade 2.3 sedang mewabah, ia memastikan tidak menular terhadap manusia.

Namun Dinas Peternakan tetap mengimbau agar seluruh masyarakat, khususnya peternak itik agar meningkatkan bio-security, untuk mencegah penyebaran yang kian meluas.

Salah satu pola pencegahan yang dia tawarkan adalah dengan memperketat perdagangan itik di pasar hewan.

"Kecenderungan peternak menjual sisa itik yang masih hidup. Ini bisa mempercepat dan memperluas penyebaran virus ini," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Sujono, pihaknya juga terus melakukan penyemprotan di area yang terserang virus, termasuk memberikan vaksin pada itik.

"Selama ini itik tidak pernah divaksin karena memang tahan penyakit. Tapi sekarang mulai dilakukan vaksinasi," kata dia.

Di seluruh Tulungagung saat ini populasi itik diperkirakan mencapai 422.899 ekor. Dari total 19 kecamatan yang ada, lima kecamatan di antaranya dinyatakan positif terserang virus AI atau H5N1 clade 2.3.

Kelima kecamatan dimaksud adalah Kecamatan Gondang, Kalidawir, Rejotangan, Karangrejo dan Kauman. Sejauh ini, data kematian itik di Tulungagung tercatat mencapai 13.983 ekor. (*)