Bojonegoro - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, memperoleh bantuan satu unit mobil tangki pemasok air bersih dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin.

Sekretaris BPBD Bojonegoro MZ Budi Mulyono, Senin, mengatakan bantuan satu unit mobil tangki pemasok air dengan kapasitas 5.000 liter itu langsung dibawa Kepala BPBD Kasiyanto dari Jakarta.

"Ada beberapa daerah di Jatim yang juga memperoleh bantuan mobil tangki air, terutama daerahnya yang biasa mengalami kekeringan, di antaranya Gresik dan Nganjuk," jelas Budi.

Ia menjelaskan mobil tangki pemasok air bersih ini, akan sangat bermanfaatkan untuk operasional memasok air bersih bagi warga yang kesulitan air di daerahnya selama kemarau.

"Kami masih belum memiliki mobil pemasok air bersih sendiri, jadi selama ini masih menyewa mobil tangki air instansi lain untuk melayani warga," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemkab juga memprogramkan menambah tiga unit mobil tangki air multiguna, masing-masing mobil harganya Rp560 juta/unit.

Mobil multiguna itu, jelasnya, akan dimanfaatkan untuk memasok air bersih, sekaligus bisa dimanfaatkan memasok air dalam kejadian kebakaran di wilayah kecamatan yang jauh dari kota.

Selain itu, lanjutnya, pemkab juga akan menambah tiga unit mobil pemadam kebakaran senilai Rp1,647 miliar, untuk mendukung tiga unit mobil PMK yang suda ada.

Hanya saja, menurut dia, tiga mobil tangki air multiguna dan tiga mobil PMK itu, akan di tempatkan di Kecamatan Temayang dua dan Kecamatan Padangan dua unit.

"Di kecamatan itu, sekaligus juga akan dibangun posko PMK, sehingga keberadaannya bisa dengan cepat mengatasi kesulitan air bersih dan kejadian kebakaran di daerah yang jauh dari kota," tuturnya.

Mengenai jumlah tenaga PMK, menurut dia, pihaknya juga akan menambah sebanyak 53 karyawan kontrak, sebab tenaga PMK yang ada hanya 15 karyawan.

Sementara itu, Kepala BPBD Bojonegoro Kasiyanto menambahkan kesulitan mengatasi kebakaran yang terjadi di daerah yang jauh dari kota yaitu lambatnya kedatangan mobil PMK, sehingga ketika mobil PMK datang kebakaran sudah parah.

"Kalau ada mobil di kecamatan bisa menangani lebih cepat, sedangkan mobil PMK yang ada di kota sifatnya mendukung," ucapnya, menambahkan.(*)