Jakarta (ANTARA) - Perum LKBN ANTARA menyelenggarakan seminar mengenai optimisme menuju pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Jakarta, Senin, untuk mendorong semua pemangku kepentingan menyelesaikan aturan yang menjadi turunan UU BPJS sehingga tidak menghambat pelaksanaan jaminan sosial itu.

"Saya berharap seminar akan memberikan gambaran bagaimana Pemerintah ikut memberikan andil untuk mengawal tahapan sehingga jadwal implementasi BPJS Kesehatan tahun 2014 dan BPJS Ketenagakerjaan tahun 2015 tidak meleset artinya sesuai dengan amanat UU BPJS," kata Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Saiful Hadi di Jakarta, Senin.

Saiful Hadi menjelaskan, pemateri lain dari Jamsostek, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia dan Dewan Jaminan Sosial Nasional, bisa memberikan jawaban atas berbagai kontroversi seputar pelaksanaan BPJS.

Kontroversi itu menurut Saiful, adanya suara sebagian buruh yang ternyata yang menolak kehadiran BPJS hanya karena persoalan iuran, serta besaran iuran yang dibebankan kepada buruh dan pengusaha.

"Ini masih terjadi tarik ulur, dan belum ada kata sepakat," katanya.

Selain itu, perlu juga kesiapan perangkat aturan sebagai turunan UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS.

Ia mengungkapkan, DJSN bersama Bappenas juga telah menyusun roadmap penyelenggaraan program jaminan kesehatan menuju universal coverage 2014.

"Bagaimana peta kesiapan setiap provinsi mudah-mudahan bisa tergambarkan dalam seminar ini, katanya.

Ketua Panitia Seminar Nasional HUT ANTARA ke-75, Budi Santoso mengatakan seminar ini merupakan rangkaian acara HUT Perum LKBN ANTARA ke 75 yang dirayakan tanggal 13 Desember.

Budi Santoso mengatakan seminar "Optimisme Menuju Pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial" ini akan diadakan di Auditorium Adhyana, Wisma ANTARA pada hari Senin (17/12) mulai pukul 09.00 hingga 13.00.

Menurut dia, ada lima pembicara yang mengisi acara tersebut yaitu Menkokesra Agung Laksono, Direktur Utama PT Jamsostek Alvyn G, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Freddy H Tulung.

Selain itu pembicara lainnya adalah Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Chazali Z Situmorang dan Presidium Konferedasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Ikbal.

Dia mengatakan, seminar ini akan mensosialisasikan berbagai aturan baru yang menjadi turunan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS. Selain itu menurut dia untuk membedah berbagai kendala transformasi dua BUMN yaitu PT Askes dan PT Jamsostek menjadi badan penyelenggara jaminan sosial dan mencari solusi bersama atas kendala yang dihadapi.

Budi mengatakan Seminar BPJS ini merupakan seminar ketiga yang dilaksanakan dalam rangka mengisi HUT ANTARA ke-75. Karena dua seminar sebelumnya telah dilaksanakan dengan sukses, yaitu Seminar Energy Outlook 2013 dan Seminar Bumn dan Kampanye Antikorupsi.

Untuk seminar keempat atau terakhir akan diadakan tanggal 21 Desember 2012 bertajuk "Sport Tourism Membuka Potensi Wisata Daerah" yang dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (*)