Ngawi - Pelaksanaan program kartu tanda penduduk elektronik di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, telah mencapai 83,01 persen menjelang akhir 2012 dari target seluruh warga wajib KTP.

"Perekaman data e-KTP oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ngawi sudah mencapai 547.405 jiwa dari 659.435 wajib KTP atau sekitar 83,01 persen," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dipenduk dan Capil) Kabupaten Ngawi Rahadie Surya Putra, Kamis.

Menurut dia, seharusnya program ini selesai pada akhir Desember 2011. Namun, karena belum memenuhi kuota, akhirnya diperpanjang lagi dalam tahun ini. Ada beberapa faktor yang menjadi hambatannya.

Faktor yang menjadi hambatan antara lain kurangnya peralatan perekaman data. Di mana seharusnya membutuhkan 72 set peralatan, namun yang tersedia hanya 38 set di seluruh kecamatan di Ngawi.

Selain itu kurangnya kesadaran masyarakat wajib KTP untuk datang ke tempat perekaman seperti di kantor kecamatan.

Ia menilai, para wajib KTP yang ada di luar kota ataupun yang merantau ke luar negeri menjadi indikator terhambatnya penyelesaian perekaman.

Sisi lain tidak hadirnya wajib KTO di kantor kecamatan untuk melakukan perekaman data juga disebabkan karena pemahaman masyarakat yang cenderung menunggu panggilan dari petugas.

Meski demikian, pihaknya gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk segera merekam datanya meski program ini akan selesai pada akhir 2012.

Data Dispendukcapil setempat mencatat, dari 19 kecamatan yang berhasil melakukan perekaman data, tertinggi berada di Kecamatan Pangkur yang berhasil merekam sedikitnya 104.79 persen atau 19.966 jiwa. Kemudian, Kecamatan Paron berhasil merekam 55.885 jiwa dari 72.393 jiwa wajib KTP atau 77,20 persen.

Selain masih disibukkan dengan proses perekaman data, petugas kecamatan dan dinas terkait juga mulai membagikan fisik kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) milik warga setempat.

Sekretaris Kecamatan Paron, Panca Widodo, mencatat dari sebanyak 43.885 lembar e-KTP, baru diambil warga sebanyak 5.300 e-KTP.

"Kami akan terus melayani hingga semua wajib KTP melakukan perekaman data. Selain itu juga proses pembagian fisik kartu e-KTP ke pemiliknya masing-masing," kata Widodo. (*)