Madiun - Sekitar 30 titik atau petak jalan perlintasan kereta api di wilayah PT KAI Daerah Operasional (Daop) VII Madiun rawan terjadi ambles, longsor, dan banjir selama musim hujan berlangsung.

Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun Sugianto, Minggu mengatakan, 30 titik lintasan kereta api tersebut, di antaranya, mulai daerah Stasiun Walikukun, Ngawi hingga perlintasan di pinggiran Pare, Kediri dan juga Blitar.

"Kondisi tanah di sejumlah jalur tersebut tergolong labil. sehingga mudah merekah dan ambles jika tergenang air akibat curah hujan yang tinggi," ujar Sugianto, kepada wartawan.

Ia merinci, terdapat sekitar sembilan titik yang rawan banjir. Di antaranya adalah petak jalan Stasiun Curah Malang-Sumobito, Stasiun Baron-Sukomoro, Stasiun Saradan-Caruban, dan Stasiun Kedunggalar-Walikukun.

Sedangkan titik yang rawan ambles dan longsor, di antaranya, Stasiun Bagor-Wilangan, Stasiun Wilangan-Saradan, Stasiun Walikukun-Kedunggalar, dan rawan tebing longsor di antaranya di titik Saradan-Caruban.

Sugianto menjelaskan, selain kontur tanah yang labil, ambles dan longsornya lintasan juga disebabkan karena sejumlah lintasan kereta api yang kedudukannya memang lebih rendah dari tanah sekitarnya. Hal ini seperti terjadi di jalur rel kereta api sepanjang Stasiun Walikukun dan Stasiun Kedunggalar di Kabupaten Ngawi.

"Sehingga, kereta api yang melintasi jalur tersebut harus pelan dan berhati-hati karena rawan ambles dan anjlok," terangnya.

Selain itu, akibat kondisi tanah sekitar yang labil, rel sering mengalami turun atau berubah jarak. Karena itu, harus sering melakukan perbaikan guna kelancaran dan kenyamanan jalannya kereta api.

Untuk mengantisipasi terjadinya rel ambles, pihak PT KA Daop VII Madiun terus melakukan pemantauan lintasan kereta api selama 24 jam.

"Terdapat petugas yang melakukan patroli selama 24 jam, terlebih di daerah rawan tersebut. Jika diketahui ada lintasan rel yang ambles maka akan dilakukan perbaikan rel di daerah tersebut," kata dia.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan juru penilik jalan rel dan masinis kereta api untuk mengetahui adanya jalur rel yang kurang sempurna.

Ia menambahkan, meski terdapat beberapa titik yang rawan ambles, namun pihaknya menjamin lintasan kereta api di sepanjang Daop VII Madiun dalam keadaan baik. Sementara, PT KA Daop VII Madiun memiliki 32 stasiun yang tersebar dari Ngawi hingga Mojokerto dan Kediri hingga Blitar. Dengan total panjang rel mencapai 239,8 KM.(*)