Bojonegoro - Harga ayam kampung di Bojonegoro, Jawa Timur, naik berkisar Rp5 ribu-Rp10 ribu/ekor, namun omzet penjualan tetap meningkat karena dipicu naiknya harga daging sapi di daerah setempat, sejak sepekan terakhir.

Seorang pedagang ayam kampung di Pasar Besar Kota Bojonegoro Parminten (63), Minggu , mengatakan para pedagang ayam kampung di pasar setempat, penjualannya meningkat dua kali lipat dibandingkan sebelum harga daging sapi naik.

Ia mencontohkan dirinya mampu menjual 15 ekor ayam kampung hidup/hari, yang biasanya hanya mampu menjual 10 ekor ayam kampung/hari.

"Justru dua hari lalu, saya mampu menjual 25 ekor ayam kampung. Bahkan, ayam kampung para pedagang semua laku terjual," katanya, dibenarkan pedagang ayam lainnya, Sutrijah.

Ia memperkirakan pedagang yang berjualan ayam kampung di pasar setempat mencapai puluhan dengan jumlah ayam sedikitnya 400 ekor.

Pedagang Sutrijah juga mengaku penjualan ayam kampungnya juga meningkat menjadi 25 ekor/hari, yang biasanya hanya berkisar 10-15 ekor/hari.

Selain penjualan ayam meningkat, menurut Sutrijah, juga Parminten, harga ayam kampung juga naik, khususnya ayam kampung yang besar dengan harga berkisar Rp75 ribu hingga Rp90 ribu/ekor, yang biasanya berkisar Rp65 ribu hingga Rp80 ribu/ekor.

Tapi, harga ayam kampung yang masih muda, yang biasanya menjadi menu ayam panggang, tidak mengalami kenaikan tetap stabil berkisar Rp17.500-Rp20.000/ekor.

"Harga ayam kampung seperti di Pasar Kecamatan Sumberrejo lebih mahal sekitar Rp5 ribu per ekor, dibandingkan di pasar kota, sebab pedagangnya tidak banyak," jelas seorang ibu rumah tangga asal Desa Sukorejo, Kecamatan Kota Nurhidayati, menjelaskan.

Secara terpisah dua pedagang ayam lainnya di Pasar Besar Kota Bojonegoro Muanah dan Nanik, yang menjual ayam kampung yang sudah disembelih, mengaku, penjualannya tetap tidak ada perubahan hanya sekitar delapan ekor/hari dengan harga berkisar Rp25 ribu-Rp35 ribu/ekor.

Namun, Nanik dan Muanah menyatakan di tempatnya penjualan ayam potong yang mengalami peningkatan, dari biasanya delapan ekor per hari, menjadi 10 ekor per hari. (*)