Sidoarjo - PT Minarak Lapindo Jaya selaku juru bayar dari Lapindo Brantas Inc. meminta perpanjangan waktu pembayaran jual beli terhadap korban lumpur hingga Mei 2013 mendatang menyusul keterbatasan dana yang dimiliki saat ini.

Vice President Minarak Lapindo Jaya, Andi Darusalam Tabusala, Jumat, mengatakan saat ini kondisi keuangan masih belum mencukupi untuk membayar lunas korban lumpur.

"Kondisi keuangan kami sampai akhir tahun ini baru tersedia dana Rp200 miliar dan sudah mulai dibayarkan kepada korban lumpur masing-masing sebesar Rp5 juta pada Rabu (5/12) lalu," katanya.

Ia mengemukakan, pihaknya meminta maaf kepada korban lumpur karena belum bisa menyelesaikan pembayaran sampai akhir tahun ini karena belum tersedianya dana.

"Meski demikian, kami tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pelunasan aset korban lumpur yang tinggal beberapa persen lagi," katanya.

Apalagi, kata dia, kini penyelesaian sudah sampai ujung dari kewajiban yang harus diselesaikan Minarak selaku perusahaan yang diberi kuasa Lapindo Brantas Inc untuk menyelesaikan pembayaran lumpur.

Andi Darussalam juga menyinggung terkait keluhan warga yang hanya ditransfer Rp5 juta. Menurutnya, sesuai dengan keinginan Setgab (Sekretariat Gabungan) Korban Lumpur pembayaran dibagikan kepada semua korban lumpur, sehingga tiap berkas mendapat Rp5 juta.

"Pembayaran akan kami lakukan sampai 23 Desember dengan besaran dana mencapai Rp200 miliar dan kami usahakan bisa mencapai Rp250 miliar," katanya.

Ia mengatakan MLJ akan memberikan dana Rp5 juta dulu per berkas bukan berarti PT MLJ tidak menepati janji.

"Dari 3.757 berkas itu, kami menyelesaikannya bertahap sesuai dengan kesepakatan yang dulu pernah dibuat bersama. Kami mencoba untuk terus melunasi sampai tanggal yang sudah ditetapkan," katanya. (*)