Pamekasan - Kementerian Lingkungan Hidup, melakukan penanaman pohon mangrove bersama masyarakat di sepanjang pesisir pantai Tlanakan, Pamekasan, Madura.

"Aksi tanam pohon oleh Kementerian Lingkungan Hidup bersama masyarakat rencananya sore ini," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Pamekasan, Didik Hariyadi, Senin.

Ia menjelaskan, aksi tanam pohon di Pamekasan ini sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan lingkungan pesisir yang lestari, serta mencegah terjadinya abrasi pantai.

Didik juga menjelaskan, kerusakan tepi pesisir pantai yang selama ini banyak terjadi, salah satunya, karena banyak hutan pantai seperti mangrove yang ditebang, sehingga hempasan ombak langsung menghantam bibir pantai.

"Pohon di tepi pantai ini kan sangat penting untuk menahan ombak," katanya menjelaskan.

Atas pertimbangan itu, sambung dia, Kementerian Lingkungan Hidup melakukan penanaman pohon bersama masyarakat yang tinggal di sekitar tepi pantai di Kecamatan Tlanakan.

"Penanaman pohon secara bersama-sama dengan masyarakat ini sekaligus untuk sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya pohon mangrove di tepi pantai," terang Didik Hariadi.

Wilayah pesisir pantai selatan Pamekasan, yakni di Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, merupakan salah satu lokasi pantai yang kondisinya mengkhawatirkan, karena tanaman pohon mangrove di tepi pantai itu banyak yang ditebang oleh oknum masyarakat.

Selain itu, aksi penambangan pasir ilegal di wilayah ini juga marak dilakukan oknum masyarakat setempat.

"Atas dasar pertimbangan itulah, maka Kementerian Lingkungan Hidup, terjun secara langsung melakukan penanaman pohon mangrove di pantai Tlanakan," terang Didik Hariadi menjelaskan.

Selain itu, penanaman pohon oleh Kementerian Lingkungan Hidup itu dimaksudkan sebagai kegiatan lanjuta dari kegiatan "Indonesia Menanam" yang jatuh pada tanggal 28 November 2012.

Selain melibatkan masyarakat secara langsung, kegiatan penanaman pohon mangrove di pesisir pantai Tlanakan, Pamekasan ini juga melibatkan sejumlah pegiat LSM dan organisasi kepemudaan Pramuka. (*)